Bojonegoro (beritajatim.com) – Memasuki musim panen pertama tahun 2024, harga beras di Kabupaten Bojonegoro masih tinggi. Di pasaran, harga beras kelas medium mencapai Rp16 ribu perkilogram. Sedangkan untuk kelas premium masih di atas harga Rp18 ribu per kilogram.
Namun, sejumlah daerah yang berada di sekitar Sungai Bengawan Solo kini sudah mulai panen. Harga gabah panen sendiri ditingkat petani kini sudah mengalami penurunan. Dari yang sebelumnya tembus hingga Rp8.000 lebih kini tinggal antara Rp7.600 per kilogram.
“Harga gabah yang sudah panen pada bulan ini terpantau seharga Rp7.600 hingga Rp7.800 per kilogram. Turun dari sebelumnya sampai Rp8.000 lebih,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Helmy Elisabeth, Senin (26/2/2024).
Musim panen pada Desember dan Januari ini dari musim tanam Oktober. Terutama daerah tepian Sungai Bengawan Solo. Mulai Ngraho, Padangan, Malo, Kalitidu, dan Kecamatan Kasiman. Sementara untuk ketersediaan beras di bulan Februari masih ada 37.000 ton.
Setelah dikurangi kebutuhan beras Bojonegoro sekira 9.400 ton, masih ada surplus sekira 28.000 ton mengacu data.
Diperkirakan panen raya bakal mulai terjadi pada bulan Maret 2024. Tercatat luasan panen mencapai 22.000 hektar lebih. Diperkirakan produksi padi akan mencapai sekira 83 ribu ton lebih. Sehingga akan surplus lebih banyak lagi, begitu pula harga juga akan kembali turun. [lus]







1 Komentar
Sudah dari dulu kalau petani sudah panen raya harga gabah petani gk akan stagnan pasti ada penurunan