Pacitan (beritajatim.com) – Memasuki akhir bulan Maret, cuaca ekstrem masih mengancam Kabupaten Pacitan. Puncak musim hujan yang berkepanjangan, meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor dan banjir, terutama menjelang libur Lebaran Idulfitri 1446 hijriah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Erwin Andriatmoko, menegaskan bahwa masyarakat dan wisatawan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
“Pacitan didominasi oleh wilayah perbukitan dan lereng. Sehingga tanah longsor menjadi ancaman utama. Namun, banjir juga perlu diwaspadai, terutama di daerah rawan genangan air,” ujarnya dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2025, ditulis Senin (24/3/2025).
BPBD Pacitan telah memetakan sejumlah titik rawan bencana, termasuk jalur Pacitan-Ponorogo, Jalur Lintas Selatan (JLS), dan Nawangan. Selain itu, kawasan wisata pantai juga menjadi perhatian, mengingat potensi kecelakaan laut yang meningkat selama musim liburan.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Pacitan akan menyiagakan 18 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan 12 tenaga Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) yang siap bertugas selama 24 jam penuh.
“BPBD Pacitan juga akan mendukung pos induk Lebaran guna memastikan respons cepat dalam penanganan bencana dan kecelakaan,” tambah Erwin.
Dengan kondisi cuaca yang masih berisiko, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk selalu waspada, mengikuti informasi resmi terkait cuaca, serta memperhatikan kondisi jalur perjalanan sebelum beraktivitas. [tri/aje]






