Surabaya (beritajatim.com) – Memasuki usia 25 tahun, banyak orang mulai memikirkan perkara pernikahan. Selain mulai merasa bahwa usia mereka sudah memasuki usia matang, juga kondisi finansial yang mulai bisa mandiri.
Namun, terkadang masih timbul rasa ragu atau perasaan khawatir. Apakah sudah benar-benar siap secara mental, atau masih memiliki sikap egois yang tinggi.
Jika anda masih sering merasakan hal-hal berikut ini, itu bisa jadi tanda bahwa kalian masih belum siap untuk menikah.
1. Masih mengedepankan ego
Pernikahan adalah sebuah awal. Awal dari kehidupan bersama pasangan dengan segala masalah dan dinamika di belakangnya. Untuk bisa menghadapi semua itu, kemampuan untuk bernegosiasi dan komunikasi menjadi hal yang penting.
Dan untuk bisa bernegosiasi dan mau menerima pendapat dari pasangan, ego kita tentu harus bisa dikondisikan dan disisihkan. Mengalah tidak menyelesaikan masalah, justru kalian harus komunikasi agar kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan dan bisa mencari jalan tengahnya.
2. Tidak bertengkar sama sekali
Kalian mungkin menganggap bahwa ini adalah hubungan yang sehat, tak ada perdebatan atau pertengkaran. Padahal, ini bisa berarti kalian belum cukup komunikasi tentang hal-hal berat.
Mungkin salah satu diantara kalian memilih untuk memendam untuk menghindari konflik. Nyatanya, tak bersuara dan memilih diam akan membuat hubungan menjadi tidak sehat.
3. Tekanan dari lingkungan
Jika kalian menikah karena tekanan dari orang tua atau jengah mendengarkan komentar tetangga. Coba pikir ulang. Sebab, keterpaksaan tersebut bisa menjadi tanda bahwa kalian sebenarnya belum siap menikah. Sebab, pernikahan yang kalian lakukan hanya jadi pelarian belaka.
Menikhlah karena kalian sudah mampu dan dengan pertimbangan yang matang. Pikirkan segala risikonya karena ketika menikah, kalian yang akan menjalani semuanya, bukan orang tua, kerabat, atau bahkan tetangga.
4. Menuntut pasangan secara berlebihan
Menikah artinya mulai kehidupan bersama pasangan bersama-sama. Setiap hari, setiap jam, setiap saat. Pasangan kita pun tentu bukanlah orang yang sempurna. Memiliki kelebihan juga kekurangan.
Sehingga, penting untuk bisa memahami potensi dan kekurangan masing-masing. Menuntuk pasangan untuk sempurna dan bisa melakukan segala yang anda minta, bisa menjadi tanda bahwa anda sebenarnya belum siap menikah.
Sebelum menikah, bertanyalah pada orang-orang yang sudah berpengalaman dengan hubungan pernikahan yang begitu lama, membaca buku, atau berkonsultasi dengan konselor pernikahan aka sangat membantu.
Pernikahan bukanlah sebuah kompetisi, tidak perlu berlomba agar lebih cepat. Matangkan mental dan jangan gegabah, tentu kalian menginginkan pernikahan yang bahagia satu kali dalam seumur hidup bukan? [mnd/tur]






