Kediri (beritajatim.com) – Abdullah Abu Bakar ditanya oleh anak yatim cara menjadi Wali Kota Kediri saat acara penyerahan santunan di GOR Jayabaya Kediri, pada Selasa (18/4/2023).
“Pak Abu Bakar bagaimana sih caranya jadi Wali Kota ?”. Pertanyaan itu disampaikan Sakinah anak yatim dari Kelurahan Mojoroto kepada Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.
Mendapati pertanyaan tersebut Abdullah Abu Bakar pun menjelaskan kepada Sakinah, bahwa menjadi wali kota memiliki tugas untuk melayani masyarakat. Sehingga untuk bisa menjadi wali kota harus mau melayani. Lalu didukung dengan pendidikan yang bagus.

BACA JUGA : Wali Kota Kediri dan Kapolres Serahkan Bingkisan pada Peringatan Nuzulul Quran PCNU
“Kalau Sakinah mau jadi wali kota sekolahnya harus bagus dan sungguh-sungguh. Terus juga harus mau bekerja untuk masyarakat,” jelas Abdullah Abu Bakar.
Wali Kota Kediri menambahkan untuk menjadi wali kota harus mau memiliki jaringan yang luas. Caranya dengan mau bergaul dengan semua orang. Sejak muda harus mau memperluas jaringan.
“Kalian harus memiliki jaringan luas. Untuk menjadi wali kota harus punya dukungan dari masyarakat. Mulai sekarang perluas jaringan kalian,” imbuhnya.
BACA JUGA : Wali Kota Kediri Bagikan Bantuan Sosial pada Anak Yatim
Untuk diketahui, Wali Kota Kediri menyerahkan santunan kepada 658 anak yatim se-Kecamatan Mojoroto bersama Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra, perwakilan Kodim 0809, dan perwakilan Kejaksaan. Dimana masing-masing anak mendapat santunan sebesar Rp 300.000.
Turut hadir Kepala Dinas Sosial Paulus Luhur, Kepala DP3AP2KB Sumedi, Kepala BPPKAD Sugeng Wahyu Purba Kelana, dan Camat Mojoroto Bambang Tri. [nm/ted]






