Jakarta (beritajatim.com) – Marc Marquez melanjutkan dominasinya di ajang MotoGP dengan meraih kemenangan dalam balapan sprint di GP Austria pada Sabtu (16/8/2025). Kemenangan ini menambah koleksi sukses fenomenalnya musim ini.
Marquez berhasil mengalahkan saudaranya, Alex Marquez dari tim Gresini Racing, yang harus puas di posisi kedua. Sementara itu, Pedro Acosta mencatatkan prestasi dengan finis di posisi ketiga bersama tim pabrik KTM, di kandang sendiri.
Kemenangan ini melanjutkan tren positif Marquez yang belum terkalahkan dalam balapan sprint maupun Grand Prix sejak Marco Bezzecchi terakhir kali merebut kemenangan pada GP Inggris pada Mei lalu.
Di awal balapan, Marquez menunjukkan dominasinya dengan merebut dua posisi terdepan, mengalahkan peraih pole position Marco Bezzecchi.
Alex memimpin balapan pada awalnya, namun ada kecenderungan bahwa Marc, sang kakak, akan menemukan celah untuk menyalip saat kondisi memungkinkan.
Setelah sembilan lap mengikuti Alex, Marc akhirnya berhasil menyusul di lap ke-10 di Tikungan 3. Setelah itu, Marc tak terbendung lagi dan meraih kemenangan yang meyakinkan meski memulai balapan dari posisi keempat.
Bezzecchi, yang sempat bertahan di posisi ketiga hingga lap pertama, akhirnya harus menyerah pada Pedro Acosta di lap kedua. Keduanya bertahan di posisi tersebut hingga garis finis.
Raul Fernandez tampil impresif bersama tim Trackhouse Aprilia, sempat bertahan di posisi kelima pada awal balapan. Namun, pada lap kedelapan, posisi tersebut direbut Brad Binder dari KTM, sementara Fernandez terpaksa mundur karena masalah mekanis.
Binder berhasil bertahan di posisi kelima hingga akhir balapan. Sementara itu, Fermin Aldeguer (Gresini Ducati) berhasil meraih kemenangan dalam pertarungan sengit dengan Enea Bastianini dari Tech 3 KTM, sepanjang sisa balapan.
Di belakang mereka, Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) dan Johann Zarco (LCR Honda) berhasil mencetak poin terakhir.
Lain halnya dengan Francesco Bagnaia (Ducati), yang memulai balapan dari baris depan bersama Bezzecchi dan Alex Marquez. Bagnaia berusaha mengejar ketertinggalan di awal balapan, namun beberapa kali tergelincir ke posisi bawah. Masalah di bagian belakang motornya semakin parah, dan akhirnya ia terjatuh ke posisi terakhir sebelum terpaksa masuk pit setelah delapan putaran. (faw/kun)






