Pasuruan (beritajatim.com) – Maraknya penjualan daging sapi glonggongan di Kabupaten Pasuruan, Dinas Perindustrian dan Perdaganagan turut turun lapangan. Hal ini dilakukan guna meminimalisir adanya penjualan daging yang tak layak makan.
Menurut Kepala UPT Pasar Bangil, Pahlevi mengatakan bahwa selain Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dirinya juga melakukan sosialisasi. Ada beberapa pasar yang dituju olehnya untuk memberikan pemahaman bagi para pedagang daging di sejumlah pasar Kabupaten Pasuruan.
“Kemarin kami telah melakukan sosialisasi kepada penjual daging yang ada di Pasar Pandaan. Dan nantinya akan kami lakukan sosialisasi juga di pasar yang memiliki rumah potong hewan, seperti di Kecamatan Wonorejo,” jelas Pahlevi, Rabu (12/6/2024).
Pahlevi juga mengatakan bahwa secara kasat mata daging glonggongan sangat sulit untuk dideteksi. Menurutnya harus ada hasil uji sample yang dilakukan untuk memastikan daging tersebut termasuk glonggongan ataupun bukan.
Uji sample yang dimaksud ini nantinya akan mengambil daging dengan ukuran kurang lebih 10 hingga 15 centimeter. Kemudian sample tersebut dikirimkan di provinsi untuk dilakukan pengujian secara mendalam.
“Samplenya dikirim ke provinsi untuk dilakukan pengujian, kalau disini kita masih belum punya alatnya. Untuk sementara ini saat sosialisasi di Pasar Pandaan kami masih belum menemukan adanya daging glonggongan,” tambahnya.
Pahlevi juga mengatakan kepada masing-masing kepala pasar agar terus melakukan sosialisasi terkait daging ini. Bahkan dirinya selalu melakukan sidak sebanyaknya kurang lebih satu kali dalam satu bulan. [ada/aje]






