Malang (beritajatim.com) – Dalam pengumuman resmi usai pelantikan kabinet, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menetapkan jajaran menteri dan wakil menteri yang akan membantu pemerintahan ke depan. Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.
Penunjukan Prof. Fauzan sebagai Wakil Menteri ini dinilai sebagai penghargaan atas dedikasinya dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Prof Fauzan dianggap berdedikasi dalam serangkaian inovasi yang telah ia ciptakan selama memimpin UMM hingga dikenal di kancah internasional.
Kepala Humas UMM, Dr. M. Isnaini, M.Pd., mengungkapkan kebanggaannya atas penunjukan ini, mengingat rekam jejak Prof. Fauzan yang terbukti membawa kemajuan bagi Kampus Putih, julukan UMM.
“Prof. Fauzan merupakan sosok pemimpin yang dikenal rendah hati, gigih, dan pekerja keras. Lahir dari keluarga sederhana di pedesaan, beliau memiliki semangat juang yang luar biasa. Selama puluhan tahun mengabdi di UMM, beliau berhasil membawa kampus ini menjadi salah satu kampus Islam terbaik dunia,” ujar Isnaini, Minggu (20/10/2024).
Karier Prof. Fauzan di UMM terbilang panjang dan penuh prestasi. Ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) selama dua periode dari 2005 hingga 2012, sebelum akhirnya diangkat menjadi Wakil Rektor II.
Pada tahun 2016, ia dipercaya menjadi Rektor UMM dan menjalankan amanah tersebut selama dua periode, hingga 2024. Dalam perjalanannya sebagai rektor, Fauzan dikenal sebagai pemimpin yang inovatif dan visioner, terutama dalam hal pengembangan sistem pendidikan di UMM.
Krisna, sapaan akrab Dr. Isnaini, menambahkan bahwa keseharian Prof. Fauzan sangat sederhana. Namun, di balik kesederhanaannya, ia kerap melahirkan gagasan-gagasan brilian yang memberikan dampak signifikan pada pengembangan pendidikan.
Salah satu gagasan monumental yang berhasil ia wujudkan adalah pengembangan Center of Excellence (CoE) berbasis program studi. Program ini dirancang untuk mempercepat waktu kelulusan mahasiswa, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Keunikan CoE terletak pada fleksibilitas yang diberikan kepada mahasiswa untuk memilih spesialisasi keahlian yang sesuai dengan minat mereka, tanpa terikat oleh jurusan yang diambil. Program ini juga melibatkan praktisi dari dunia usaha dan industri sebagai pengajar.
“Kami merasa bangga dan bersyukur atas amanah besar yang diberikan kepada beliau. Semoga pelantikan esok hari berjalan lancar, dan kami senantiasa mendoakan Prof. Fauzan agar selalu dalam lindungan Allah SWT dalam menjalankan tugas barunya sebagai Wakil Menteri Diktiristek RI,” ucap Krisna menutup pernyataannya.
Penunjukan Prof. Fauzan diharapkan mampu membawa angin segar dan perubahan signifikan dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Terutama dalam hal riset dan inovasi, demi kemajuan bangsa ke depan. [dan/aje]






