Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa perwakilan komunitas mantan Pemain Tin Nasional Indonesia di Jawa Timur menggelar deklarasi. Deklarasi yang berisi harapan terhadap Kongres Luar Biara PSSI Pusat, 16 Februari 2023.
Diwakili oleh Fahri Husaini, Rudi Ketjles, Subangkit, Ferrel Raymond, Samsul Arifin,Madura hally, Joko Malis memberikan 14 harapan kepada Ketua PSSI Pusat dan Exco terpilih nantinya.
Ditemui di salah satu rumah makan, Rabu (15/2/2023) di kawasan Surabaya Selatan, Ferrel Raymond menjelaskan isi dari 14 harapan yang dibeberkan oleh para mantan pemain timnas di era 90 an ini.
Di antaranya memperbaiki tata kelola organisasi yang profesional, transparan, efektif, bermartabat, bertanggungjawab. Menyusun rencana strategis dan rencana kerja serta menjalankannya secara profesional dan bertanggungjawab. Penyelenggaraan tata kelola kompetisi Liga 1, Liga 2, Liga 3 yang menjunjung tinggi nilai fair play dan respect.
Selain itu menggelar kompetisi usia muda yang berkualitas, terintegrasi dan berkelanjutan. Meningkatkan kualitas dan integritas pelatih, wasit dan instruktur. Memberdayakan Asprov PSSI di setiap darah sebagai penanggungjawab pelaksanaan pengembangan prestasi sepakbola amatir di daerah.
Lalu membangun Kantor PSSI dan trainning ground untuk aktivitas riset dan diklat tim nasional Indonesia. Mewujudkan tim nasional yang tangguh, berkualitas, berprestasi. Memastikan seluruh klub professional wajib memenuhi persyaratan yang diatur dalam club licensing.
Meninjau kembali regulasi batas maksimal penggunaan pemain asing maksimal 2 pemain. Memperketat persyaratan pelatih asing untuk dapat menjadi pelatih di Liga 1, serta mendukung peningkatan kapasitas pelatih lokal.
PSSI bekerjasama dengan aparat penegak hukum untuk memberantas pengaturan hasil pertandingan. Membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan sepakbola Indonesia, termasuk sinergi dengan Pemerintah Pusat mengimplementasikan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Terakhir, jika tidak mampu memperbaiki, paling tidak jangan semakin menambah parah kerusakannya.
“Intinya kami berharap kepada semua pihak yang terpilih dalam Kongres Luar Biasa mendatang perbaiki tata kelola yang profesional. Transparan efektif dan bertanggung jawab pada sepak bola Indonesia. Terutama pada pemain muda yang saat ini perlu sekali pengembangan di usia muda,” ungkap Ferrel.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pssi”]
Hal senada disampaikan oleh Fakhri Husaini. Mantan pelatih timnas U16 ini mengatakan jika cara terbaik menyampaikan unek-unek sebagai mantan pemain timnas hanya bisa melalui hal ini. Dia mewakili semua mantan pemain timnas Indonesia para pemimpin yang terpilih harus meninggalkan warisan yang bagus untuk generasi berikutnya.
“14 Harapan ini akan kami sampaikan ke ketua umum yang baru semoga ada yang ada dalam tulisan kami ini dapat dilaksanakan dengan baik minimal yang terpilih dalam jangka waktu lima tahun mendatang bisa meninggalkan warisan yang luar biasa, jangan sampai kembali meninggalkan masalah namun tinggalkan warisan yang bagus untuk penerus berikutnya,” ungkap Fakhri.
Lebih lanjut dikatakan Fakhri, silakan semua berkompetisi dalam ajang KLB, namun ke depannya jika telah terbentuk mari membuka lembaran baru.
“Kami harap siapapun yang terpilih baik Ketua Umum atau Exco PSSI bisa membuka lembaran baru, sebenarnya bisa tinggal mau atau tidak memajukan sepak bola yang sudah rusak parah ini bukan tambah memperparah sepak bola Indonesia,” tutupnya. [way/but]






