Gresik (beritajatim.com)- Turnamen antar kampung, atau tarkam yang digelar di lapangan Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Gresik, memakan korban. Salah satu mantan pemain Gresik United, M. Ilham Ramadhani mengalami patah kaki usai mengikuti tarkam.
Ilham yang berposisi sebagai bek memperkuat tim Persido Sidowungu melawan BMW Waru Gunung. Saat bermain beberapa menit pemain berusia 20 tahun itu, bermaksud membuang bola. Namun, bersamaan dengan itu ada Supaham yang berposisi sebagai penyerang.
Mantan pemain Persebaya, dan Persekabpas itu memasang kaki lalu menghantam kaki kanan M.Ilham. Sehingga, dirinya tidak bisa berdiri karena mengalami patah kaki.
Setelah kejadian itu, kemudian terjadi cekcok antar kedua pemain. Disusul amarah suporter yang masuk ke lapangan mengejar Supaham sehingga terjadi kericuhan.
“Sebelum kejadian saya bermaksud membuang bola dari samping lalu berbenturan dengan Supaham. Saat berdiri tidak kuat karena patah tulang kaki,” ujarnya saat ditemui di RSUD Ibnu Sina Gresik, Minggu (21/7/2024).
Saat ini, pemain muda itu masih terbaring diatas ranjang. Berdasarkan hasil rekam medis dua tulang kaki kanan Ilham patah, dan segera naik meja operasi pekan depan.
Usai operasi, akan diteruskan ke terapi. Butuh waktu 5 bulan selama penyembuhan. Ilham sendiri bertekad segera sembuh usai kejadian ini. Pasalnya, dari hobi sepak bola Ilham menjadi tumpuan keluarga serta adiknya yang masih sekolah.
“Jika tak ada kejadian ini, saya sebenarnya diincar Persikas Subang yang baru saja naik ke liga 2. Komunikasi sudah terjalin tapi bagaimana lagi akhirnya batal,” ungkap Ilham.
Musim lalu M.Ilham menjadi bagian dari skuad Gresik United musim 2023-2024. Namun, pemain yang berposisi sebagai bek itu belum pernah merumput memperkuat timnya hingga kontraknya tak diperpanjang. Atas kejadian naas ini pihak panitia tarkam bersedia membantu pengobatannya termasuk tim yang diperkuatnya Persido. [dny/aje]






