Gresik (beritajatim.com)– Berbuat kebaikan dengan sesama wajib dilakukan setiap saat sebagai bekal di akhirat, apalagi di tengah pandemi covid-19. Cara ini dilakukan oleh Candra Gunawan (29), mantan napi narkoba asal Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng, Gresik.
Dengan tekad serta kerja kerasnya, Candra Gunawan membuka usaha berjualan bakso beranak ‘Pak Kadir’. Hasil jualan tersebut setiap hari didonasikan untuk kegiatan sosial. Meski serba keterbatasan, namun hal ini tidak menyurutkan niat Candra membantu sesama.
Chandra memilih lokasi berjualan di Jalan KH. Syafi’i 117, sebelah gapura perbatasan Suci-Pongangan, Kecamatan Manyar. Dirinya, memulai berjualan di bawah pohon dan akhirnya pindah ke tempat yang sekarang.
Rombong warna biru yang dibuat usaha bukanlah milik sendiri. Tapi, membayar ke pemilik sebagai kompensasi setiap berjualan. “Tempat dan rombong (gerobak) masih nyewa. Untuk rombong masih nyewa Rp 5 ribu perhari,” ujar Candra, Senin (22/8)2021).
Pelajaran hidup yang keras membentuk mereka memilih bersedekah di tengah kesulitan, bukan melalui jalan pintas yang malah merugikan orang lain. Meski pernah terjerat kasus narkoba dan berakhir di bui, namun pengalaman itu tidak ingin diulangi oleh Candra. “Saya ingin berbuat baik dengan sesama dengan mendonasikan hasil jualan bakso untuk kegiatan sosial,” kata Candra.
[berita-terkait number=”4″ tag=”baksos”]
Hal yang sama dilakukan oleh rekannya, yakni Aril mantan cleaning service di salah satu Mall di Gresik. Dia terpaksa diberhentikan bukan karena kinerja, melainkan pandemi Covid-19 yang belum mereda. Sehingga memaksa perusahaaan melakukan pengurangan pekerja.
Berangkat dari kerasnya hidup itu, Aril memutar otak untuk melanjutkan hidup. Agar dapur bisa tetap mengebul untuk menghidupi keluarganya. Kedua tangan Aril sangat cekatan meracik mie ayam dan bakso di atas mangkok. Melayani para pembeli.
“Kita bisa sedekah dengan cara kita dan kemampuan kita. Yang penting ikhlas, semoga bisa menginspirasi bagi orang lain,” pungkas Aril. [dny/suf]






