Surabaya (beritajatim.com) – Mantan karyawan swalayan menjadi otak perampokan ATM di Swalayan Indomaret Pagesangan, Surabaya, Sabtu (17/2/2024). Pria berinisial DW itu kini ditetapkan sebagai buronan.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono mengatakan aksi perampokan ATM itu gagal karena alarm yang dipasang pada mesin berbunyi. Namun, para pelaku yang berjumlah 4 orang menggondol 30 slop rokok, 12 kotak celana dalam GT Man, dan brankas uang.
“Yang dibongkar itu mesin ATM Mandiri, tepat di sebelah mesin ATM Mandiri ada ATM BCA yang alarmnya berbunyi,” kata Hendro, Senin (19/2/2024).
Aksi perampokan itu pertama kali diketahui petugas perbaikan mesin ATM BCA yang datang ke toko karena alarm keamanan terpantau oleh pihak bank. Saat datang, petugas perbaikan menemukan swalayan Indomaret itu dalam kondisi berantakan dan pintu rolling door sudah dalam kondisi dibobol.
“Setelah itu dilaporkan ke pemilik swalayan dan melapor ke pihak kepolisian,” imbuh Hendro.
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang mengarah ke salah satu perampok berinisial AS (26) warga Jombang. Kurang dari 24 jam, polisi menangkap AS di tempat persembunyiannya di Pagesangan. Tersangka masih mengenakan baju swalayan Indomaret yang ia ambil dari hasil perampokan.
“Setelah interograsi AS, kami temukan kalau ada pelaku lain berinisial M yang ada di Madura,” tutur Hendro.
Sayangnya, saat petugas datang ke Dusun Petapan, Lembang, Madura, M sudah terlebih dahulu melarikan diri. Namun, polisi mengamankan 1 mobil terios yang digunakan sarana oleh para pelaku perampokan.
“Pelakunya ada 4. AS sudah kami amankan, lalu ada M, DW dan R yang saat ini masih kami lakukan pengejaran,” pungkas Hendro. [ang/beq]






