Surabaya (beritajatim.com) – Masih ingat dengan Arif Satria? Mantan bek Persebaya Surabaya dan Persela Lamongan ini resmi membela Sumsel United untuk kompetisi Championship 2026/2027.
Kepindahan ini menjadi babak baru bagi Arif setelah musim lalu mencatatkan prestasi bersama Adhyaksa FC. Pemain 30 tahun ini turut mengantarkan Adhyaksa FC meraih tiket promosi ke kompetisi kasta tertinggi.
Kini, alih-alih tetap berada di level teratas, Arif justru harus melanjutkan karier di kompetisi kasta kedua bersama Sumsel United. Namun, ia tidak melihat kepindahan tersebut sebagai sebuah kemunduran.
Sumsel United menjadi klub yang akhirnya dipilih Arif setelah dirinya sempat menjadi incaran sejumlah klub lain. Keseriusan manajemen Laskar Juaro dalam melakukan komunikasi dan negosiasi menjadi salah satu faktor utama yang membuatnya menerima tawaran tersebut.
“Dimanapun saya bermain, tentu saya akan memberikan yang terbaik seperti yang selama ini saya lakukan. Alasan saya memilih Sumsel United kali ini dikarenakan keseriusan manajemen saat berkomunikasi, bernegosiasi hingga lainnya,” ungkap Arif.
Ada alasan lain yang membuat Arif mantap kembali ke Sumatera Selatan. Pemain yang pernah memperkuat sejumlah klub besar di Indonesia itu ternyata memiliki ikatan emosional dengan daerah tersebut.
Arif lahir di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Namun, sepanjang perjalanan kariernya sebagai pesepak bola profesional, ia belum pernah memperkuat klub yang berasal dari daerah kelahirannya.
Kesempatan membela Sumsel United pun menjadi momentum bagi Arif untuk akhirnya kembali ke tanah kelahiran sekaligus memberikan kontribusi untuk daerah asalnya.
“Memang alasan kedekatan juga menjadi pertimbangan, karena sejak mengawali karier sepakbola saya belum pernah sekalipun pulang kampung bermain di Sumsel. Karena itu saya juga termotivasi untuk memberikan yang terbaik untuk daerah asal saya sekarang,” jelasnya.
Pengalaman Arif di berbagai klub menjadi salah satu alasan Sumsel United merekrutnya. Manajemen tidak hanya mengharapkan kemampuan pemain berposisi sebagai bek tengah tersebut untuk memperkuat pertahanan.
Arif juga diproyeksikan menjadi sosok pemimpin di ruang ganti sekaligus mentor bagi para pemain lainnya. Pengalaman panjangnya di kompetisi sepak bola Indonesia dinilai dapat membantu membangun mental dan karakter skuad Laskar Juaro. (faw/aje)






