Gresik (beritajatim.com) – Nama Suharto (67) tidak setenar dengan atlet yang pernah berkecimpung di cabang olahraga badminton maupun sepak bola. Padahal, mantan atlet balap sepeda nasional tersebut, pernah mengharumkan bangsa menyabet juara dua saat mengikuti open turnament perorangan dan beregu 2.000 km di Thailand.
Kemudian di tahun 1977, Suharto berhasil memecahkan rekor nasional di PON untuk nomor individual time trial (ITT) dan team pursuit.
Tahun 1978, Suharto juga sempat mengikuti Olympiade di Munich Jerman. Namun, kurang beruntung dan tidak dapat nomor juara karena mengalami kecelakaan saat mengayuh sepedanya. Puncaknya, di SEA Games 1979 Kuala Lumpur Malaysia, Suharto berhasil juara pertama.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gresik”]
Dari semua prestasi itu, di masa tuanya, Suharto malah menghidupi keluarganya dengan mengayuh becak. Bahkan, pernah juga menjadi pemulung untuk mencari nafkah. Namun, kondisi keluarga Suharto sedikit terangkat setelah diangkat menjadi petugas security di UPT Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Gresik.
Terhitung sejak bulan Mei 2022, Suharto resmi diangkat untuk bekerja sebagai petugas security setelah ditolong oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. “Terima kasih Ibu Gubernur. Alhamdulillah saat ini hidup saya jauh lebih baik. Ini semua berkat perhatiannya,” ujar bapak tiga anak ini, Selasa (18/10/2022).
Seperti diberitakan, mantan atlet balap sepeda nasional Suharto, sempat viral akibat kondisi hidupnya yang memprihatinkan. Pasalnya, prestasinya saat muda begitu gemilang. Ada sederet prestasi yang telah ditorehkan sebagai atlet balap sepeda.
Selain sebagai petugas security, Suharto juga berjualan kopi di malam hari sebagai usaha menambah penghasilan. “Sekarang hidup saya jauh lebih baik. Ini semua berkat perhatian Gubernur Jawa Timur,” ujarnya.
Dirinya menceritakan di masa muda adalah atlet balap sepeda yang berhasil mengibarkan merah putih di luar negeri. Namun, menyatakan bahwa selama ini kurang mendapatkan perhatian. “Maka saya pindah ke Gresik dan Alhamdulillah bertemu dengan Gubernur Khofifah, dan diberi pekerjaan di Bapenda,” ungkapnya. [dny/kun]






