Mojokerto (beritajatim.com) – Diduga karena sakit yang dialaminya, seorang warga ditemukan tewas tenggelam di aliran Sungai Brangkal Mojokerto. Korban diduga hanyut dan tenggelam di Sungai Brangkal saat mandi sembari mencuci baju di sungai.
Kasi Humas Polres Mojokerto, Ipda Tri Hidayati mengatakan, korban atas nama Urifah (49) warga Dusun Jambuwok RT 06 RW 02, Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. “Korban hanyut di Sungai Brangkal,” ungkapnya, Sabtu (31/12/2022).
Korban ditemukan di Sungai Brangkal tepatnya di Dusun Kedung Bendo, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto sekira pukul 08.35 WIB. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka setelah dilakukan visum luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Sementara itu, Kapolsek Trowulan, Kompol Imam Mahmudi menjelaskan, jika korban pergi mandi dan mencuci baju di sungai pada, Jumat (30/12/2022) sekira pukul 17.17 WIB. “Padahal di rumah korban ada MCK namun sudah menjadi kebiasaan korban mandi dan cuci di sungai,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tenggelam-mojokerto”]
Lokasi sungai tempat korban mandi dan mencuci baju sekitar 50 meter dari rumah korban. Sungai berada di sebelah utara dari rumah korban dengan jalan turunan menuju sungai. Namun hingga magrib, korban belum kembali sehingga dilakukan pencarian.
“Saat dilakukan pencarian ditemukan handuk milik korban di lokasi kejadian. Diduga korban hanyut dan tenggelam karena korban memiliki riwayat darah tinggi dan ayan sehingga dilakukan penyisiran dan baru ditemukan tadi pagi sekira pukul 08.35 WIB,” jelasnya.
Kapolsek menjelaskan, jenazah korban ditemukan di Sungai Brangkal Dusun Kedung Bendo, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto atau sekitar 1 KM dari lokasi korban hilang. Korban ditemukan dalam keadaan terapung dan kondisi telanjang diduga waktu mandi terbawa arus sungai.
“Setelah dilakukan visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Luka di bagian kepala diduga disebabkan terbentur batu dan karang yang banyak terdapat di sungai tersebut. Pihak keluarga menerima kejadian ini dan meminta tidak dilakukan otopsi jenazah,” jelasnya.
Sehingga setelah dilakukan evakuasi, lanjut Kapolsek, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. [tin/ted]






