Manchester (beritajatim.com) – Dari lima elite Eropa, hanya Serie A, LaLiga, dan Premier League yang masih mengirimkan wakilnya di Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi. Tetapi, pada second leg 16 besar Liga Europa Jumat dini hari, eksistensi Premier League paling terancam.
Bagaimana tidak. Manchester United dan Tottenham Hotspur dituntut untuk menang buntut dari hasil minor pada first leg. United ditahan Real Sociedad 1-1 sedangkan Spurs dikalahkan AZ Alkmaar 0-1.
Kesamaan lainnya dari United dan Spurs adalah Liga Europa jadi satu-satunya harapan meraih gelar. Mereka gagal total di Piala Liga, Piala FA, dan Premier League.
“Untungnya ini (second leg, Red) dimainkan di rumah kami (Old Trafford, Red). Situasi bisa berubah (meski agregat masih sama kuat 1-1, Red)” papar tactician United Ruben Amorim dilansir BBC.
Tetapi, sebenarnya rekor kandang United juga tidak impresif. Dari 23 laga di semua ajang, United hanya membukukan 12 kemenangan alias 52,17 persen.
Spurs setali tiga uang. Dari 22 laga kandang di Tottenham Hotspur Stadium, London, mereka hanya sanggup memenangi separonya alias 50 persen.
Artinya, faktor main kandang pada Jumat dini hari tidak menjadi keuntungan mutlak. Jika gagal melenggang ke perempat final, maka ini jadi kali pertama wakil Premier League sejak musim 2015–2016.
“Yang harus kami lakukan adalah menciptakan atmosfer mengganggu bagi mereka (AZ, Red) untuk mendapat hasil maksimal,” ujar tactician Spurs Ange Postecoglou. (dio/kun)
Perkiraan pemain
Manchester United (3-4-3): 24-Onana (g); 4-De Ligt, 2-Lindelof, 3-Mazraoui; 20-Dalot, 8-Fernandes (c), 14-Casemiro, 13-Dorgu; 17-Garnacho, 11-Hojlund, 9-Zirkzee
Pelatih: Ruben Amorim
Tottenham Hotspur (4-3-3): 1-Vicario (g); 23-Porro, 37-De Ven, 17-Romero (c), 13-Udogie; 15-Bergvall, 14-Gray, 10-Maddison; 22-Johnson, 9-Solanke, 7-Son (c)
Pelatih: Ange Postecoglou






