“Dua hari sebelum pertandingan, salah satu manajemen Persebaya menghubungi kami untuk memberi tahu bahwa mereka ingin melihat pertandingan derby Jatim Liga 2 ini. Kami lalu mengirimkan tiga tiket sesuai permintaan mereka, jadi tidak ada kaitan dengan hal lain,” jelas Amir.
Amir menambahkan, “Mereka sama seperti yang lain, penonton dan penikmat sepak bola yang ingin menyaksikan pertandingan Deltras FC melawan Gresik United. Saya tidak tahu jika ada kepentingan lain.”
Pada putaran kedua Liga 2, Deltras FC memang memiliki beberapa pemain baru yang mencuri perhatian. Salah satunya adalah Wigi Pratama, mantan pemain Persedikab Kediri, yang tampil gemilang sebagai winger muda berkualitas. Dalam laga melawan Gresik United, Wigi berhasil mencetak satu gol dan satu assist, menambah rekam jejaknya sebagai pencetak gol terbanyak di klub sebelumnya.
Selain Wigi, Deltras juga memiliki pemain muda jebolan Deltras Akademi dan PON Jatim, Rasha Efendi. Meski belum diturunkan sebagai starter dalam dua pertandingan terakhir sejak didaftarkan ke PT LIB, Rasha dinilai sebagai pemain potensial yang patut diperhitungkan.
Kehadiran tiga manajemen Persebaya, termasuk Presiden Persebaya Azrul Ananda, Direktur Operasional Candra Wahyudi, dan Direktur Media Nanang, terlihat di tribun VVIP Stadion Gelora Delta. Mereka duduk bersama Ketua PSSI Jatim Ahmad Riyadh, Direktur Teknik Deltras FA Akademi Fakhri Husaini, dan Bupati Sidoarjo terpilih Subandi.
Dengan komposisi pemain yang menjanjikan, Deltras FC tetap menjadi perhatian publik sepak bola Jawa Timur, meski Amir memastikan tidak ada kaitan antara kehadiran manajemen Persebaya dengan kepentingan transfer pemain. (way/kun)