Banyuwangi (beritajatim.com) – Kiai Affandi Mussafa, pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah Tembakur, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran menjadi korban penusukan oleh santrinya. Dia harus mendapat perawatan intensif karena mengalami luka serius di bagian pipi dan perutnya.
Cerita dari menantu Kiai Affandi, Abu Hasan Suri saat di Rumah Sakit Al-Huda, Kecamatan Gambiran mengaku, pelaku memang diminta ayah mertuanya untuk tinggal di rumahnya. Dia bersama dua anaknya dirawat dengan baik bahkan diajak mengikuti pengajian bersama di pondoknya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”penusukan”]
“Dia itu memang awalnya sering ke pondok untuk konsultasi karena kelihatannya sering memiliki masalah dengan rumah tangganya. Setelah dikasih solusi dia pulang, tapi beberapa hari dia balik lagi,” ucap Abu Hasan Suri, Jumat (18/2/2022).
Tapi belakangan, pria bernama Sudarmanto itu terlihat bingung. Kemudian, Kiai Affandi Mussafa memintanya untuk tinggal di pondok seraya menolongnya. “Selama di sana biasa saja, tidak ada apa-apa. Sering ngobrol sama bapak, bahkan juga pernah mijitin bapak,” katanya.
Pada suatu kesempatan, kata Abu, malam sebelum kejadian, Kiai Affandi bahkan sempat mengajak makan di warung. Tapi, tidak tahu apa motifnya tiba-tiba kejadian berdarah itu pecah menimpa sang Kiai.
“Itu sebelumnya sempat diajak makan bareng di Sanggar (Pasar Pesanggaran). Tidak tahu motifnya apa. Ya, bapak niatnya menolong, nanti di sana bantu-bantu apa itu seperti itu, makan di sana, itu awalnya dia bantu bersih-bersih. Itu sampai kejadian seperti itu, saya juga kurang tahu,” katanya.
Namun, Abu Hasan Suri juga belum yakin alasan apa yang membuat pelaku kenal dan tinggal di pondok tersebut. “Kenalnya di mana dan siapa dia sebenarnya saya kurang tau. Tapi dia awalnya punya istri saudaranya ada di sana, dekat tetangga desa dengan saya,” jelasnya. [rin/suf]






