Surabaya (beritajatim.com) – Bayern Munchen baru saja menjadi juara DFL Super Cup. Mengalahkan Borussia Dortmund dengan skor 3-1 semua terliah baik-baik saja bagi Munchen untuk mempertahankan gelar Bundesliga, lagi dan lagi.
Namun, tidak ada hujan tidak ada petir, tetiba berhembus rumor bahwa Robert Lewandowski, striker utama Munchen ingin mencari tantangan baru di luar Jerman, dan pergi dari Munchen. Berita ini tentu sangat mengejutkan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sepak-bola”]
Sebab, sejak bergabung dengan Munchen Januari 2014, Lewy, sapaan akrab Lewandowski menjadi sosok yang tak tergantikan di lini depan Munchen. Ia pun telah nyetel dan punya kecocokan yang baik dengan semua rekan timnya di Munchen. Pun tidak ada kabar buruk apapun dengan Munchen.
Usianya memang tidak muda lagi, 21 Agustus mendatang ia genap berusia 33 tahun. Setahun lebih muda dari Nagelsmann, pelatih Munchen. Tetapi, kualitasnya belum terlihat luntur sama sekali. Tujuh tahun berada di Munchen, hanya dua musim Lewandowski mencetak gol di bawah 30, yakni musim 2014-2015 dan 2018-2019.
Bahkan musim lalu, dari 48 yang ia jalani bersama Munchen, Lewy mencetak 40 gol. Setahun sebelumnya, di musim 2019-2020 ia jadi satu dari dua orang selain Johan Cruyff yang mampu meraih treble dan menjadi top skorer di ketiga kompetisi yang dijuarai.
Ketika itu, Munchen menjadi juara Liga Champions, sekaligus piala Liga Champions pertama bagi Lewandowski, juara Bundesliga, dan juara DFB Pokal. Di musim itu pun ketika usianya sudah 31 tahun, ia mencetak 55 gol dari 47 pertandingan di semua kompetisi.
Lewy memang pemain yang istimewa. Selain produktif mencetak gol, ia juga pemain yang bisa membawa bola, punya first touch yang bagus, pemahaman taktik yang baik, dan fisik kuat. “Dia ini striker terbaik dunia saat ini. Dia bisa melakukan segalanya, bahkan di Euro kemarin, dia benar-benar memikul Polandia sendirian,” terang Justinus Laksana, pundit sepakbola sekaligus mantan pelatih timnas futsal Indonesia ketika berbicara tentang Lewandowski.
Kabar kepergian Lewy kemudian memunculkan banyak spekulasi. Ia telah memenangkan segalanya bersama Munchen, dan mungkin itu juga menjadi salah satu faktor kenapa ia ingin mencari tantangan baru di luar jerman.
Sky Sport melaporkan ia mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari Munchen. Pergantian pelatih dari Hans-Dieter Flick ke Julian Nagelsmann, yang belum pernah juara bersama tim sebelumnya, bisa juga menjadi faktor.
Layak untuk dinanti, akankah Lewandowski pergi atau masih tetap bersama Munchen. Terlebih, dimasa pandemi semua klub mengalami krisis keuangan. Tidak banyak klub bisa menebus Lewandowski dari Bayern Munchen yang memberi bandrol 100 juta Pounds atau 1,9 triliun Rupiah. [tur/bjo]






