Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar, Rini Syarifah alias Mak Rini menggelar Kominfo Goes to School. Kali ini yang berkesempatan dikunjungi oleh Kominfo Goes to School adalah SMK Nglegok.
Kegiatan ini sengaja digelar untuk memberikan penjelasan dan pemahaman kepada generasi muda terkait teknologi dan informasi. Mak Rini pun berharap kegiatan ini bisa membuat anak-anak muda menjadi agent of change sekaligus influencer.
“Kegiatan yang bertajuk Kominfo Goes to School ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk sharing knowledge sekaligus transfer ilmu terkait dengan UU ITE dan tips bijak menggunakan media digital termasuk media sosial, mengingat masih adanya informasi hoaks, ujaran kebencian dan radikalisme yang termuat dalam media sosial,” ungkap Bupati Blitar, Rini Syarifah, Rabu (15/05/24).
Mak Rini berharap kegiatan ini bisa memberikan pemahaman bagi para siswa tentang pentingnya menggunakan media sosial dengan baik dan bijak. Bupati perempuan tersebut meminta agar para siswa bisa memanfaatkan media sosial untuk hal positif seperti berjualan online ataupun menjadi influencer.
Sehingga dengan kegiatan ini diharapkan seluruh siswa SMK bisa bijak dalam bermedia sosial.
“Mengingat adik-adik ini adalah pelajar SMK dimana SMK dipandang strategis untuk menyiapkan generasi mendatang yang produktif dan berkarakter. Selain bekerja di industri atau melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi, lulusan SMK juga didorong menjadi wirausaha kreatif. Sehingga dalam kesempatan ini saya juga mengingatkan agar Kepala Sekolah beserta jajaran memajukan sekolah ini melalui inovasi pembelajaran,” bebernya.
Lebih lanjut, Mak Rini berharap pihak sekolah harus lebih jeli melihat potensi siswa, serta lebih intensif menumbuhkan minat kewirausahaan melalui berbagai terobosan pembelajaran. Apalagi dengan didukung oleh teknologi informasi. Intinya, Sekolah SMK itu harus membangun suasana atau tradisi wirausaha.
“Semua harus siap karena adik-adik semua ini adalah generasi Generasi Z dan Alpa dikenal sebagai generasi yang bergantung kepada teknologi, khususnya internet dan media sosial. Setiap harinya, disuguhkan oleh berbagai informasi, termasuk apa yang sedang tren hari ini. Namun sekali lagi, harus hati-hati, harus tetap bijak dalam menyikapi teknologi,” tegasnya.
Untuk diketahui bersama bahwa dalam studi yang didanai oleh UNICEF dan dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan bahwa 98 persen dari anak-anak dan remaja tahu tentang internet dan 79,5 persen diantaranya adalah pengguna internet.
Perubahan struktur media di Indonesia, terutama dengan meningkatnya penggunaan ponsel, telah mengubah akses dan penggunaan media digital internet di kalangan anak dan remaja. Anak-anak dan remaja memiliki 3 (tiga) motivasi utama untuk mengakses internet yaitu untuk mencari informasi, untuk terhubung dengan teman lama dan baru dan untuk hiburan.
Pencarian informasi yang dilakukan sering didorong oleh tugas –tugas sekolah, sedangkan penggunaan media sosial dan konten hiburan didorong oleh kebutuhan pribadi. Untuk itu diperlukan upaya meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan keterampilan mereka dalam kaitannya dengan keamanan berinternet. Hal ini dapat dicapai melalui sosialisasi, pendidikan literasi maupun pelatihan seperti yang dilakukan sekarang ini. [owi/aje]






