Sidoarjo (beritajatim.com) — Semangat memperkuat dakwah yang profesional dan berkelanjutan menjadi fokus kegiatan Sosialisasi Panduan Mutu dan Evaluasi Kinerja Majelis Tabligh yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo pada Jumat (8/8) di Kantor PDM Sidoarjo.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diketuai Wiwik Sulistiyowati, dengan anggota Indah Aprilia S.W dan Ima Faizah. Tujuannya adalah memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu layanan dakwah, dan memastikan pelaksanaan program sesuai standar organisasi.
Ketua Majelis Tabligh PDM Sidoarjo, Ustadz Hadi, M.Pd., membuka acara dengan menekankan pentingnya standar mutu.
“Dakwah bukan hanya soal menyampaikan pesan, tetapi memastikan pesan itu tepat sasaran, berdampak, dan berkesinambungan,” ujarnya.

Dalam sesi inti, tim PKM memaparkan komponen panduan mutu yang mencakup visi-misi dakwah, indikator kinerja utama, prosedur operasional standar (SOP), hingga mekanisme evaluasi periodik. Peserta juga diajak mengkaji relevansi panduan tersebut dengan tantangan dakwah kekinian, termasuk adaptasi teknologi dan penguatan koordinasi antar-pengurus.
Menurut Wiwik Sulistiyowati, panduan mutu ini akan menjadi “kompas” bagi Majelis Tabligh dalam merancang dan mengevaluasi program.
“Dengan standar yang jelas, dakwah bisa lebih profesional, terukur, dan tidak bergantung pada satu figur saja,” terangnya.

Peserta mengaku mendapat wawasan baru dari sosialisasi ini. Ahmad Fadlan, anggota Majelis Tabligh, mengatakan,
“Sebelumnya kami lebih fokus pada kegiatan harian. Lewat panduan ini, kami jadi tahu pentingnya perencanaan dan evaluasi supaya hasilnya bisa dirasakan lebih luas.”
Selain membahas teknis, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antar-pengurus dan tim pendamping. Ke depan, hasil evaluasi berkala diharapkan menjadi landasan perbaikan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran Majelis Tabligh PDM Sidoarjo sebagai motor dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman. [but]






