Mojokerto (beritajatim.com) – Patriots Grup yaitu grup yang menaungi sepak bola Liga 3 di Mojokerto, Persatuan Sepak Bola Mojokerto Putra (PSMP) dan AC Mojopahit menggelar Majapahit Super Liga (MSL). Setidaknya ada 11 Sekolah Sebak Bola (SSB) mengikuti MLS yang akan digelar pertengahan bulan Juli ini.
Ketua Panitia MSL, Deddy Wiyudhayana mengatakan, MSL digelar untuk mencari pesepak bola terbaik di Mojokerto yang dapat bermain di liga profesional. “Liga ini kita proyeksikan untuk mencari bibit pemain yang bisa kita orbitkan dan mainkan di Liga 3. Kita ada PSMP dan AC Majapahit,” ungkapnya, Kamis (13/7/2023).
Pihaknya sudah menggelar technical meeting di salah satu rumah makan di Mojokerto beberapa waktu. Hasilnya, MLS yang akan digelar pada tanggal 16 Juli-17 September 2023 mendatang tersebut akan diikuti 11 SSB. Sebanyak 11 SSB tersebut merupakan SSB yang ada di wilayah Mojokerto Raya.
“Pertandingan akan dihelat setiap hari minggu dan kick off akan digelar Minggu besok, tanggal 16 Juli 2023. Karena ini bersifat pembinaan sehingga peserta mereka yang ada di SSB dengan usia maksimal 21 tahun sehingga nantinya diharapkan dapat memenuhi persyaratan usia maksimal mengikuti kompetisi Liga 3 yaitu 23 tahun,” katanya.
Seperti layaknya pertandingan sepak bola, para pemain akan bermain 2×45 menit dengan sistem poin dari dua grup yang ada. Pemuncak klasemen dan runner up dari dua grup yang ada akan lolos ke babak semi final. Dari dua grup tersebut, lanjut Sekretaris Umum PSMP ini, diambil peringkat 1 dan 2.
“Harapannya 50 pemain yang bisa kita saring, tapi minimal 30-35 pemain yang akan kita jaring, supaya nanti kalau menambah itu tidak banyak mengambil pemain dari luar. Melalui kompetisi internal tersebut diharapkan dapat menjaring pemain terbaik untuk debut di Liga 3 bersama klub PSMP,” harapnya.
Selain mengadakan technical meeting untuk gelaran MSL, masih kata Deddy, dalam kesempatan tersebut juga diadakan coaching wasit dan pelatih. Dalam coaching wasit dan pelatih tersebut juga melibatkan instruktur wasit dari Asprov Achmad Romadhon dan Direktur Teknik PSMP Dolus.
BACA JUGA:
Program Pembinaan Wasit Lisensi C3 PSMP, Satu Wasit Tak Lulus
“Dengan adanya coaching wasit dan pelatih ini, diharapkan dapat semakin membangun ekosistem sepak bola yang sehat di Mojokerto. Sehingga tidak perlu lagi adanya gesekan yang dapat mengganggu jalannya MSL karena adanya persamaan persepsi antara pemain, pelatih, wasit dan official,” tuturnya.
Tujuannya, lanjut Deddy, bisa menyamakan persepsi tentang aturan-aturan perwasitan yang baru. Sehingga pelatih nanti diharapkan bisa memberikan edukasi kepada pemain tentang aturan-aturan yang baru tersebut. [tin/but]
![Majapahit Super Liga di Mojokerto Diikuti 11 SSB Tim MSL usai menggelar technical meeting di salah satu rumah makan di Mojokerto beberapa waktu. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/07/1-34-1024x768.jpg)





