Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan Majadigi, singkatan dari Majapahit Digital, sebagai tonggak baru transformasi layanan publik yang efisien, transparan, dan inklusif. Portal ini menjadi pintu masuk tunggal bagi masyarakat untuk mengakses beragam layanan pemerintahan dan sosial hanya melalui satu platform.
Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Gugi A. Wicaksono, S.T., M.M., menegaskan bahwa Majadigi bukan sekadar aplikasi, melainkan representasi sistem layanan publik digital yang terintegrasi antarinstansi di lingkup Pemprov Jatim.
“Majadigi dibangun untuk memperkuat digitalisasi pelayanan publik. Masyarakat tak perlu lagi berpindah-pindah platform untuk mengurus administrasi, cukup melalui satu aplikasi, semua bisa diakses,” kata Gugi.
Majadigi mengintegrasikan layanan strategis seperti administrasi kependudukan, perizinan, pengaduan masyarakat, kesehatan, dan pendidikan. Aplikasi ini terkoneksi langsung dengan sistem informasi perangkat daerah seperti DPMPTSP, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Bapenda.
Selain itu, Majadigi menyediakan fitur informasi lowongan kerja, pelaporan bencana, layanan darurat, dan akses ramah bagi penyandang disabilitas. Fitur Single Sign On (SSO) juga telah terhubung dengan portal SSWALFA Kota Surabaya, Smart Kampung Banyuwangi, dan Tuban Online Single Submission, sehingga pengguna tidak perlu mengingat banyak akun.
“Majadigi bukan hanya tools layanan, tapi juga menjadi backbone sistem informasi yang memungkinkan pemangku kebijakan memahami tren kebutuhan publik secara lebih akurat,” jelas Gugi.
Kepala Tim Kerja Aplikasi Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Jatim, I Wayan Rudy Artha, S.Kom, menambahkan Majadigi tidak menggantikan aplikasi OPD yang sudah ada, melainkan menjadi gerbang baru akses layanan.
”Misalnya kita buka layanan RSUD Dr. Sutomo di Majadigi, maka akan terhubung dengan aplikasi milik rumah sakit tersebut,” ujarnya.
Majadigi juga dilengkapi Chatbot AI bernama Maja.ai yang memudahkan pencarian layanan hanya dengan mengetikkan kebutuhan di kolom chat. Pemprov Jatim turut membangun literasi digital melalui pelatihan untuk aparatur desa, pelajar, lansia, dan difabel agar digitalisasi bersifat inklusif.
“Digitalisasi tanpa inklusi akan menghasilkan kesenjangan. Kami bekerjasama dengan komunitas, universitas, dan pegiat literasi untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam transformasi ini,” tutur Gugi.
Majadigi digadang sebagai platform digital citizen centric pertama di Jatim yang dibangun secara terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan rakyat. [beq]






