Surabaya (beritajatim.com) – Inovasi mainan anak karya mahasiswa Teknik Industri Universitas Surabaya (Ubaya) meraih juara kedua di ajang internasional CHRONICS (Challenge on Product Design dan Ergonomics).
Mainan 2in1 tersebut bernama Plezio. Inovasi ini dibuat untuk mengasah kreativitas serta melatih sensor motorik halus pada anak. Adapun tim terdiri dari Robbel Putra Halim, Silvia, dan Angeline Priscillia Imanuel Santoso.
Angeline menjelaskan bahwa Plezilo merupakan STEM dan sensory toy terbuat dari kayu. STEM toy adalah mainan yang melatih Science, Technology, Engineering, dan Mathemathics.
“Plezilo juga berfungsi sebagai sensory toy yang membantu melatih sensor motorik halus dan kemampuan sensorik vestibular, tactile, dan visual anak,” jelas Angeline, Minggu (31/12/2023).
Ia melanjutkan, cara memainkannya yakni dengan menata kubus berwarna dan bertekstur pada papan berlubang sesuai pola yang tersedia pada guide book. Anak-anak juga bisa mengkreasikan pola baru sesuai imajinasinya.
“Selain melatih pengetahuan STEM dan kemampuan sensory, Plezilo juga melatih kemampuan kerja sama dan koordinasi karena bisa dimainkan bersama teman-teman,” lanjut Angeline.
Ia menambahkan, bahwa mainan yang ditujukan untuk anak usia 6 hingga 12 tahun ini juga terintegrasi augmented reality (AR). Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan teknologi pada anak.
“Jika pola pada guide book di-scan, maka akan muncul AR yang memberikan penjelasan mengenai pola dan bentuk tiga dimensinya,” imbuh lulusan SMAK St.Louis 1 itu.
Berkat inovasi ini, mereka berhasil mendapat juara dua pada kompetisi internasional CHRONICS di Universitas Gajah Mada (UGM) pada September 2023 lalu.
“Kami berencana membuat variasi bentuk dan warna mainan yang baru, lebih universal, dan menarik. Agar anak-anak dapat bermain sambil belajar dan memilih bentuk mainan sesuai preferensi mereka,” katanya. [ipl/but]






