Banyuwangi (beritajatim.com) – Melakoni laga yang sempat tertunda, PSSS Situbondo harus menghadapi laga berat melawan Persebo Muda, Bondowoso di fase grup N, Liga 3 Jawa Timur di Stadion Diponegoro, Banyuwangi. Pada laga ini, kedua tim harus memulai permainan di menit ke 20.
Permainan kedua tim tampak ngotot karena tak ingin kehilangan poin. Bagi PSSS Situbondo jika menang setidaknya membawa poin dan tidak memberatkan langkah saat pulang. Namun jika kalah, tim kota santri hanya akan menyisakan penyesalan.
Sementara bagi Persebo Muda Bondowoso, memenangkan laga ini menjadi penting. Mengingat kans untuk lolos ke fase selanjutnya masih terbuka. Namun, jika kalah langkah mereka akan semakin berat.
Permainan strategi terlihat sejak laga dimulai. Kedua tim sama-sama menerapkan pola yang tidak jauh berbeda. Mengandalkan sisi sayap untuk membongkar pertahanan lawannya.
Hingga 15 menit jalannya waktu tunda atau 35 menit pertandingan di babak pertama, beberapa kali peluang membahayakan tercipta dari Persebo Muda Bondowoso.
Lewat striker jangkungnya Muhammad Rizqi Bargo, kerap melepaskan tendangan keras. Namun, kesigapan kiper PSSS Situbondo dan pengalaman sebagai pemain senior tak membuat peluang itu berbuah gol.
Bargo memang menjadi momok bagi Siswanto dan kawan-kawan. Namun, peluang baik dari tendangan maupun tandukan tak satupun bisa dikonversi menjadi gol.
[berita-terkait number=”4″ tag=”liga-3-jatim”]
Akan tetapi, saat pertandingan menyisakan tambahan waktu justru PSSS Situbondo mengancam. Lewat serangan balik cepat, tendangan mendasar dari Hendra Cipta justru masuk ke gawang dengan mudah.
Kiper Persebo Muda, Galih Ismail yang kurang sigap menjadi blunder bagi timnya. Bola meluncur pelan setelah kiper muda ini tak mampu menghalaunya. 1-0 untuk PSSS Situbondo menutup laga di babak pertama.
Ketinggalan satu gol menjadi lecutan semangat bagi Persebo Muda untuk lekas mengejar. Masih mengandalkan tumpuan pemain depan Rizqi Bargo, sesekali peluang tercipta. Meskipun demikian, kesigapan dan konsentrasi pertahanan Aris dan kawan-kawan masih kokoh terjaga. Sehingga sejumlah peluang gagal merubah kedudukan.
Tampil menyerang membuat konsentrasi pemain bubar. Ditambah bermain di pagi hari membuat kondisi fisik kurang stabil. Hal ini yang membuat kedua tim mengambil celah.
Tetapi, bukan untuk tim PSSS Situbondo melainkan Persebo Muda lah yang dapat mengambil peluang itu. Benar saja menit-menit akhir yang menjadi momen krusial, Tim Kota Tape berhasil mencuri momen itu.
Lagi-lagi, memanfaatkan konsentrasi pemain lawan, Imam Hanafi yang masuk sebagai pengganti berhasil mencetak gol penyama kedudukan tepat di menit 88. Gol terakhir dan satu-satunya peluang hingga peluit akhir dibunyikan. Skor kacamata mengakhiri laga PSSS Situbondo Vs Persebo Muda Bondowoso.
Hasil imbang setidaknya memberi senyum tipis bagi PSSS Situbondo yang hingga kini baru mengumpulkan 1 poin di empat laga fase grup ini. Sedangkan Persebo Muda Bondowoso mengoleksi 4 poin. Tim ini masih berpeluang lolos jika pada pertandingan akhir mampu mengalahkan tuan rumah Persewangi Banyuwangi. (rin/ted)






