Gresik (beritajatim.com)- Dua mahasiswi Vokasi Bahasa Asing Universitas Diponegoro (Undip) Semarang , Ashila Aushafa N.D dan Claudia Bulan Situmeang, mencuri perhatian publik setelah menerbitkan buku cerita rakyat hasil kolaborasi dengan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Kabupaten Gresik.
Yang membuatnya semakin istimewa, buku berjudul Gresik Inspirational Rakyat Illustrated Stories (Giri) disajikan dalam tiga bahasa sekaligus. Bahasa Indonesia, Jawa, dan English diharapkan
bisa membuka akses literasi yang lebih luas bagi berbagai kalangan.
Langkah yang diinisiasi dua mahasiswi Undip itu sebagai terobosan kreatif dalam meningkatkan minat baca sekaligus melestarikan budaya lokal di tengah arus globalisasi.
Buku cerita rakyat tersebut tidak hanya menghadirkan kisah-kisah tradisional nusantara, tetapi juga dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pelajar dari berbagai latar belakang.
Ashila Aushafa menuturkan, inisiasi penulisan buku ini untuk mempermudah siswa SRMA 37 Gresik dalam belajar Bahasa Inggris. Jadi
“Setiap hari siswa SRMA 37 sudah terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia dan Jawa. Agar Bahasa Inggris bisa dipahami lebih mudah di dalam buku ini juga berisi unsur kebudayaan lokal,” tuturnya, Selasa (5/5/2026).
Keberadaan buku ini lanjut dia, tidak hanya bersifat edukatif, tetap juga inklusif dengan menghadirkan tiga bahasa supaya dapat menjangkau lebih banyak pembaca.
“Cerita rakyat adalah identitas budaya kita. Saya ingin siswa SRMA 37 Gresik tetap mengenal akar budaya mereka, sekaligus belajar Bahasa Inggris,” ujarnya.
Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik, Rangga Pratama Wahyudiarta mengapresiasi karya mahasiswi Undip yang menggabungkan tiga bahasa supaya lebih bisa dipahami.
“Saya berharap buku ini dapat dicetak dalam skala banyak untuk meningkatkan literasi siswa serta pemahaman reading maupun writing skill,” katanya.
Sementara itu, salah satu siswi SRMA 37 Gresik, Nailatur Rifdah mengaku yang ditulis mahasiswi Undip sangat bagus dan mudah dimengerti.
“Isinya mudah dipahami ditambah desainnya juga sehingga menarik buat dibaca,” pungkasnya. (dny/ted)






