Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Andre Wijaya, berhasil menciptakan produk granul effervescent berbahan dasar green coffee.
Andre menjelaskan, produk granul effervescent ini memakai bahan green coffee jenis robusta. Sebab, green coffee memiliki kandungan antioksidan dan anti obesitas. Inovasi ini sendiri, kata dia, diciptakan sebagai respon semakin pesatnya perkembangan industri makanan dan minuman, khususnya yang berbahan dasar kopi.
“Oleh sebab itu, saya berinovasi menciptakan produk granul effervescent berbahan dasar green coffee jenis robusta. Green coffee memiliki kandungan antioksidan dan anti obesitas yang baik,” kata Andre ditulis Sabtu (4/2/2023).
Produk ini bernama Ronfe. Ada sejumlah tahapan untuk membuat ronfe ini. Pertama, yakni green coffee digiling hingga menjadi serbuk. Kemudian, dilanjutkan proses ekstraksi hingga menghasilkan ekstrak kering.
Nah, ekstrak kering green coffee itulah yang kemudian bisa dipakai untuk diformulasikan menjadi sediaan granul effervescent green coffee. Untuk pembuatan sediaan granul effervescent green coffee sendiri, bisa dilakukan dengan mencampur asam tartrat dan natrium bikarbonat. Setelah tercampur kemudian dikeringkan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kopi”]
Selanjutnya, campuran itu dihaluskan dan dicampur dengan semua bahan tambahan lain secara berturut-turut, yakni ekstrak kering green coffee, larutan pengikat, dikempa hingga terbentuk massa granul effervescent, diayak, dan dioven. Setelah itu, diayak kembali dan sediaan granul effervescent siap untuk dikemas.
Sedangkan untuk menikmatinya, granul effervescent dilarutkan pada 250 ml air dingin untuk menambah kesegaran. Karena berbentuk granul effervescent, maka akan menghasilkan gelembung gas karbondioksida sehingga memberikan sensasi menarik dan menyegarkan.
Perlu diketahui, ronfe karya Andre ini sudah melewati sejumlah evaluasi mutu kesediaan. Di antaranya uji sifat alir, uji kadar air, uji waktu larut, uji pH, dan uji aktifitas antioksidan. “Produk ini memiliki jangka waktu daya simpan kurang lebih satu tahun pada tempat yang kering dengan suhu ruang di bawah 30 derajat celsius,” pungkas mahasiswa UKWMS Surabaya ini. [ipl/suf]






