Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (Unisma) yang beranggotakan Rizki Ramadhani Setyawan, Freih Jailani, Risky Rahmad Indarto, Nadiah Nur Haliza, Ina Dwi Istiqomah, dan Dian Eka Darmayani menyediakan lembaga jasa konsultasi bagi para peternak sapi Desa Sukomulyo Kecamatan Pujon. Mereka memberi sejumlah pelayanan terkait manajemen pemeliharaan sapi perah dalam bentuk lembaga yang bernama Sekolah Peternak Rakyat Sapi Perah.
Ketua Tim Sekolah Peternak Rakyat Sapi Perah, Rizki Ramadhani Setyawan, menjelaskan pelayanan yang disediakan meliputi pemeriksaan kesehatan ternak, kemudian pengobatan penyakit. Selain itu juga untuk pembuatan pakan ternak fermentasi sapi perah pasca PMK, pengolahan produk hasil ternak, dan manajemen pemeliharaan sapi perah.
Program tersebut, kata Rizki, memperoleh pendanaan dari Rumah Kreativitas Mahasiswa (RKM) Unisma pada tahun 2022 dengan bimbingan dari Dr.drh. Nurul Humaidah, M.Kes. Dia menambahkan lembaga yang dia dirikan bersama kelompok sudah diresmikan pada minggu kedua bulan juni.
“Kami berada di desa Sokomulyo selama enam bulan dari bulan Juni sampai bulan Desember. Proses lembaga berdiri dan mengenalkan pada masyarakat dilakukan pada dua bulan awal. Empat bulan sisanya kami sudah melayanani peternak sapi perah secara terbuka,” ujar Rizki saat ditemui pada Minggu (04/12/2022).

Selain itu, kami juga memberi pelatihan pemberian pakan secara efektif dan efisien, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan penyakit pada ternak sapi perah secara berkala. Ada juga kegiatan pengolahan produk hasil ternak sapi perah.
Dia kemudian menceritakan terkait keterlibatan Tim RKM Unisma pada penanganan petani sapi perah pasca terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK). “Kami menawarkan penanganan pasca PMK dengan melakukan pemeriksaan kesehatan ternak dan pengobatan penyakit. Selain itu, kami membuat pakan fermentasi sapi perah. Masyarakat juga diajari pengolahan produk hasil ternak dan manajemen pemeliharaan sapi perah,” jelas mahasiswa semester 7 jurusan peternak Fakultas Peternak Unisma itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unisma”]
Rizky berharap edukasi ini dapat diharapkan untuk mengembangkan dan mengatasi permasalahan dalam kegiatan tata laksana, produksi, reproduksi, pakan, kesehatan ternak, pengolahan susu, entrepreneurship. Menurut dia, tim akan mengajak masyarakat agar melakukan peternakan dengan konsep green economy.
Sebagai rencana tindak lanjut, kata Rizki, tim akan membuat lab mini. Lab tersebut sebagai upaya keberlanjutan dalam menangani permasalahan yang dihadapi oleh para peternak rakyat sapi perah. “Kami berharap lab mini ini bisa meningkatkan pengetahuan peternak dalam mengembangkan usaha peternakan sapi perah secara modern. Selain itu agar bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa peternakan Unisma nantinya sebagai tempat magang,” tutupnya. [dan/but]






