Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Program Studi S1 Akuakultur Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memanen ikan lele hasil budidaya sistem bioflok pada Rabu (10/6/2026).
Praktik ini merupakan proyek mata kuliah Dasar-Dasar Akuakultur di Fakultas Ketahanan Pangan (FKP). Mahasiswa mengelola proses sejak pembenihan hingga panen secara mandiri.
Koordinator Program Studi S1 Akuakultur Unesa, Reni Ambarwati, menyebut kegiatan ini menjadi tolok ukur kemampuan riil mahasiswa di lapangan.
“Budidaya lele dengan teknik bioflok ini merupakan bentuk implementasi materi kelas. Mereka belajar memelihara ikan hingga memantau kesehatannya secara berkelanjutan,” ujar Reni, Kamis (11/6/2026).
Teknologi bioflok dipilih karena kemampuannya mengolah kotoran menjadi sumber nutrisi baru. Metode ini efisien menekan pergantian air kolam dan terbukti ramah lingkungan.
“Memelihara ikan bukan pekerjaan mudah karena butuh konsistensi dan kerja tim yang kuat. Alhamdulillah, mahasiswa mampu melewati tahapan itu hingga panen,” katanya.
Pascapanen, lele tersebut langsung diolah mahasiswa menjadi hidangan tumpeng. Langkah kreatif ini diambil sebagai wujud nyata pengenalan konsep pangan biru kepada publik.
“Kami ingin menunjukkan lele bisa diolah menjadi hidangan kreatif. Ini sekaligus promosi keberagaman pangan berbasis sumber protein perairan,” jelas Reni.
Tumpeng lele mematahkan stereotip ikan tersebut sebagai lauk harian biasa. Olahan kreatif ini membuka peluang usaha baru yang bernilai ekonomi tinggi.
“Kami berharap masyarakat semakin gemar mengonsumsi hewan akuatik sebagai sumber protein yang baik bagi kesehatan tubuh,” tutupnya. [ipl/ted]






