Surabaya (beritajatim.com) – Tim mahasiswa Unair memberikan edukasi kepada masyarakat Sambikerep Surabaya tentang cara mengolah sampah organik secara efisien melalui konsep ekonomi sirkular.
Sigit Kristianto, salah satu mahasiswa mengatakan bahwa kegiatan ini untuk membantu masyarakat terkait pengelolaan budidaya magot dan jamur tiram, agar dapat berkembang lebih baik.
Ia melihat, Sambikerep sudah eksis dengan budidaya magot dan jamur tiram. Hanya saja, secara circular economy kurang berjalan maksimal, terutama budidaya magotnya.
“Oleh karena itu setelah kami survei, kita lihat locus permasalahannya dari budidaya jamur tiram dan magot ini kami kira perlu sedikit treatment dari teman-teman dan marasumber yang kita undang untuk memberikan materi lebih mengena,” katanya, Minggu (19/5/2024).
Dengan begitu, lanjut Sigit, masyarakat akan mendapatkan pengetahuan tentang kewirausahaan, literasi keuangan dan konsep pemasaran.
“Jadi budidaya yang mereka lakukan ini diharapkan dapat memberi nilai tambah dan survive dengan adanya materi-materi yang disuguhkan oleh narasumber tersebut, mereka akan lebih paham bagaimana cara mengelola keuangan secara baik dan benar, cara berwirausaha dan pemasaran,” harapnya.
Selain itu, dari hasil kegiatan ini masyarakat juga dapat memahami dan mengimplementasikan agar budidayanya dapat berkembang dan bersaing. Sehingga, dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat.
Sigit menambahkan, setelah melakukan kegiatan ini pihaknya tidak melepas begitu saja, namun juga melakukan pendampingan dan suport kepada masyarakat.
“Kita lihat siklus ekonominya berjalan tidak setelah kita lakukan treatment ini. Kalau sudah berjalan dan semakin menguntungkan kita juga ada rencana untuk mematenkan brand dari produk-produk mereka,” ujarnya.
“Kendala mereka sulit untuk melakukan ekspansi lebih besar adalah menjadikan usaha ini mejadi badan usaha. Ke depan kalau memang ini berjalan dengan baik kita usahakan bantu mereka untuk memiliki badan usaha, entah itu CV atau UMKM,” tandasnya.
Sementara itu, Firli Ahmad Fauzi warga Sambikerep Surabaya mengatakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Unair ini sangat membantu. Pihaknya berharap sinergi dan partisipasi ini dapat berlanjut.
“Kegiatan yang dilakukan ini sangat membantu kami, terutama pada pengkapasitasan. Bagaimana warga ini bisa mengelola pascaproduksi, supaya mereka bisa mendapatkan nilai ekonomi yang cukup tinggi, bukan hanya sekedar menjual mentah,” katanya. [ipl/ted]






