Malang(beritajatim.com) – Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yakni, Elvira Putri, Nabilah Hanuun Haniiifah, Mega Amelia Tri Adinda, Novia Parameswari Putri, dan Dita Ayu Novitasari memanfaatkan limbah mangga sebagai masker wajah.
Inovasi ini mereka tuangkan dalam Program Kreatifitas Mahasisiwa-Kewirausahaan (PKM-K), ide ini berhasil lolos tahap pendanaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Mei lalu.
Ketua Tim Elvira Putri mengatakan, banyak masyarakat yang menyukai buah mangga. Sayangnya, setelah habis, kulitnya langsung dibuang begitu saja. Padahal ada banyak manfaat dari limbah kulit mangga seperti yang mereka temukan. Ada beberapa tahap yang harus dilalui untuk mengubah limbah kulit mangga menjadi produk masker wajah.
Pertama yakni mengumpulkan limbah kulit mangga kemudian dicuci dan dikeringkan. Selanjutnya, harus melalui proses ekstraksi kulit. Hasil dari ekstraksi masuk pada proses produksi formula masker hingga berakhir pada uji pengukuran pH (power of hidrogen) agar sesuai dengan pH kulit wajah.
“Tahap pengujian pH ini sangatlah penting agar tidak terjadi iritasi pada wajah saat menggunakannya. Pun agar konsumen merasa nyaman dengan masker tersebut,” kata Elvira, Selasa, (10/8/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”umm”]
Mereka menamakan produk mereka sebagai Mango Mask Dream. Dia mengungkapkan, kandungan dari kulit mangga kaya akan antioksidan yang baik bagi kulit. Juga ada beberapa kandungan yang bisa membersihkan kulit agar lebih sehat.
“Kami menilai akan sayang jika limbah kulit mangga ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Terdapat berbagai kandungan yang mampu membersihkan dan merawat kulit agar lebih sehat. Di samping itu juga dapat mencegah noda yang akan merusak kulit,” ujar Elvira.
Elvira mengatakan, untuk sementara proses pemasaran produk ini memanfaatkan platform media sosial, Whatsapp hingga Instagram. Adapun harga masker wajah ini dipatok dengan harga sekitar Rp20 ribu untuk satu produk.
“Kedepannya, kami ingin agar ide PKM ini bisa terus berkembang dan menjadi usaha yang strategis. Kami berharap usaha ini mampu bersaing dengan produk lokal atau produk internasional lainnya. Apalagi produk ini hasil olahan limbah yang tidak banyak orang mengetahui manfaatnya,” tandasnya. (luc/ted)






