Malang (beritajatim.com) – Tiga Mahasiswa PPG Prajabatan Universitas Negeri Malang (UM) sukses menciptakan inovasi modul variasi tata letak barisan di lapangan. Inovasi ini dilakukan pada pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dimulai pada pertengahan tahun 2024 lalu.
Salah satu anggota tim, Iqbal Akbar Albani, S.Pd., mengatakan bahwa modul variasi tata letak barisan di lapangan ini bisa menjadi terobosan baru dalam pembelajaran PJOK. Menurutnya, inovasi ini melibatkan peserta didik dalam berperan aktif dan meningkatkan motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.
“Tim kami melihat proses pembelajaran PJOK sebelumnya masih belum banyak meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta didik. Bahkan, cenderung monoton dan memerlukan banyak variasi agar peserta didik merasa antusias dan bersemangat mengikuti pembelajaran,” ungkap Iqbal.
Menurut Iqbal, tata letak barisan umumnya hanya berbentuk garis lurus, leter U, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, membutuhkan banyak variasi untuk meningkatkan kapabilitas peserta didik baik dari segi motivasi maupun partisipasi aktifnya dalam pembelajaran.
“Adanya inovasi kami ini akan lebih meningkatkan berbagai aspek pembelajaran pada peserta didik karena pembelajaran PJOK tidak hanya sebatas pada aspek fisik saja, namun juga mencakup pengembangan keterampilan sosial, emosional, dan kognitif peserta didik,” lanjutnya.
Iqbal menjelaskan, modul variasi tata letak barisan di lapangan adalah kombinasi dari model tata letak yang divariasikan ulang. Meski begitu, ia menyebut tidak mengurangi manfaat dari pembelajaran PJOK tetapi menjadi acuan guru profesional.
“Ini bisa menciptakan proses pembelajaran PJOK yang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik namun juga dari segi kognitif dan asertif peserta didik karena didalamnya guru akan mengajak seluruh peserta didik untuk berkolaborasi, berkomunikasi, dan memecahkan masalah,” ucapnya.
Dalam modul tersebut, tim ini mengembangkan tahapan pembelajaran yang disesuaikan dengan hasil survei lapangan pada peserta didik kelas X SMAN 4 Malang. Dari hasil yang didapat, data menunjukkan rendahnya minat belajar dan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran PJOK.

“Hasil survei kami menunjukkan gerakan-gerakan dan tata letak yang monoton serta hanya sebatas mengikuti pembelajaran saja. Kami berupaya untuk mengatasi permasalahan yang ada di lapangan dengan mengembangkan modul tersebut,” ucapnya
Pengembangan modul variasi tata letak barisan di lapangan ini juga melalui pendampingan dan uji ahli dari Guru Profesional di bidangnya yaitu Hendro Widianto, S.Pd. Gr. dan Eko Fibriono, S.Pd. Gr. Iqbal menjelaskan modulnya mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yaitu LPPM Universitas Negeri Malang dan SMA Negeri 4 Malang.
“Ini menjadi sumbangsih dan keikutsertaan peneliti dalam kemajuan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) oleh Direktorat PPG,” tutup Iqbal keterangannya. Sebagai informasi, pengembangan dilaksanakan saat menjalani kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 4 Malang.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Iqbal Akbar Albani, S.Pd., Abdul Hadi Setyo Pramono, S.Pd., dan Tya Clarita, S.Pd. dengan didampingi oleh Dr. Zihan Novita Sari, M.Pd. sebagai dosen pendamping sekaligus menjadi ketua peneliti. Ketiganya merupakan Mahasiswa Beasiswa Program PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2024 yang ditempatkan di UM yang merupakan alumni dari Kampus Universitas Negeri Malang dan STKIP Jombang. [dan/beq]






