Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa UK Petra Surabaya memborong piala dalam ajang Lomba Nasional Kreatifitas Mahasiswa atau LO Kreatif 2022 oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VII Jawa Timur. Sebanyak 8 juara dari berbagai kategori dibawa pulang mahasiswa UK Petra dari ajang tersebut.
Dalam lomba tersebut ada 10 kategori, yaitu Aplikasi Web/Mobile, Video Pendek, Desain Poster, Ide Bisnis, Fotografi, Tik Tok, Unjuk Talenta, Desain UI/ UX, Animasi dan Komik. UK Petra berhasil menjadi juara untuk kategori video pendek, TikTok, Poster dan Komik.
“Sebuah prestasi yang sangat membahagiakan. Para mahasiswa UK Petra bisa membuktikan sebagai mahasiswa yang aktif, kreatif dan berprestasi bersaing dengan mahasiswa lainnya dari seluruh Indonesia. Bahkan UK Petra mendapatkan penghargaan peserta dengan jumlah tim peserta terbanyak,” ungkap Ketua Visual Communication Design UK Petra Dr Listia Natadjaja, Rabu (30/11/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”uk-petra”]
Para mahasiswa UK Petra yang berhasil menjadi pemenang ini berasal dari 3 program yaitu Visual Communication Design, Business Management dan International Business Management. Diketahui, para pemenang tersebut menyoroti berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat, antara lain sebagai berikut:
1. Juara 1 Kategori Video Pendek
Meraih juara 1, tim Bodatz beranggotakan tiga orang. Mereka adalah Johanes Yudi Prihadi (Business Management-2019), Jerico Sasmita Adi (International Business Management-2020) dan Nicholas Jason Santoso (Visual Communication Design-2019). ‘Selamanya Merdeka’. Itulah judul video pendek yang berdurasi 5 menit.
“Sesuai dengan tema. Kami ingin membawa pengertian pada para penonton bahwa pandangan tiap orang termasuk mahasiswa tentang arti merdeka itu berbeda-beda. Akan tetapi yang jelas jika ingin merdeka ya harus bergerak. Mulai dari diri sendiri,” kata Johanes.
2. Juara 1 Kategori TikTok
Tim SEGO yang beranggotakan Shinta Velinda Lukito (Visual Communication Design-2020), Gabriella Kova Lucetta (Visual Communication Design-2020), dan Jovita Ivana (Visual Communication Design-2020), mengangkat tentang kesetaraan gender dalam bidang Pendidikan.
Menurut Shinta, perempuan masih dianggap tidak perlu menggapai pendidikan setinggi-tingginya jika hanya berkarya di rumah saja. “Padahal menurut penelitian ahli dari University of Washington, kecerdasan anak menurun dari ibunya. Jika ibunya pintar, maka kemungkinan besar anaknya juga pintar. Jadi pesannya agar para perempuan itu jangan takut menempuh pendidikan tinggi,” katanya.
Berjudul ‘Mama’, TikTok ini berdurasi kurang lebih 1 menit 33 detik. Dengan menambahkan tagline di akhir yang berbunyi ‘Makane dadi wedok kudu sekolah tinggi-tinggi ben iso sat set sat set’.
3. Juara 3 Kategori TikTok
Masih menyoroti mengenai kesetaraan gender, Tim Ask Ask yang beranggotakan Kezia Gracella (Visual Communication Design-2020) dan Gwyneth Charlize (Visual Communication Design-2020) membuat konten dari generasi yang berbeda yaitu antara Alpha dan Beta di masing-masing gender. Berjudul ‘AskAsk with GwynKez’, tim ini membuat konten berdasarkan pengalaman dan pandangan akan ketidaksetaraan gender.
4. Juara 1 Kategori Poster
Tim Satorii yang beranggotakan Spencer Wijaya (Visual Communication Design-2020) dan Yanto Honandar (Visual Communication Design-2020) ini tergelitik dengan salah satu fasilitas pemerintah dalam dunia pendidikan yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP). “Fasilitas sebagai solusi mengatasi putus sekolah di jenjang pendidikan lebih tinggi karena masalah ekonomi ini,” kata Spencer.
5. Juara 2 Kategori Poster
Tim Asix yang digawangi oleh Olyvia Irene Hunggianto (Visual Communication Design-2020), Yohana (Visual Communication Design-2020) dan Alexandra Christie Aileen (Visual Communication Design-2020) mencoba memberikan masukan terhadap kualitas Pendidikan di Indonesia.
Tak hanya itu saja, mereka mengajak para generasi muda untuk menjadi #GenerAKSI yang tidak hanya beradaptasi akan tetapi juga beraksi.
6. Juara 1 Kategori Komik
Mengangkat konsep ‘butterfly effect’, tim Reality yang beranggotakan Devano Audrey Shaquille (Visual Communication Design-2020), Justine Lea (Visual Communication Design-2020), Hastowo Handiyo (Visual Communication Design-2020) berhasil memikat juri.
Komik ini ingin menyampaikan bahwa setiap kejadian kecil yg terjadi bisa memiliki dampak raksasa di masa depan. Sangat penting untuk memahami bahwa belajar harus sesuai dengan passion.
7. Juara 2 Kategori Komik
Banyak Orang tua yang ingin nilai pelajaran anaknya selalu bagus. Padahal hal ini tidak selalu bisa terjadi. Tim kelompok 12 KIK beranggotakan Januar Immanuel Maluegha (Visual Communication Design-2020, Anak Agung Ngurah Bismananda Yamadagni (Visual Communication Design-2020) ingin menyampaikan pesan melalui posternya bahwa untuk tidak perlu menyalahkan secara berlebihan anak yang mendapat nilai jelek.
8. Juara 3 Kategori Komik
Anggota yang terdiri dari Kayla Federica Jiemesha (Visual Communication Design-2020), Michelle Veronica Cuaca (Visual Communication Design-2020), William Wicaksana (Visual Communication Design-2020) ingin menggarisbawahi bahwa prestasi akademik tidak selalu menjamin kesuksesan seseorang. Setiap manusia telah diciptakan dengan kemampuan di suatu bidang. Tidak perlu mendengar apa yang orang katakan karena apabila ditekuni, keberhasilan akan tercapai. [ipl/suf]








