Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar aksi damai untuk memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Kampanye ini untuk mendorong upaya penghapusan kekerasan pada perempuan di seluruh dunia.
Dosen Psikologi Ubaya sekaligus penanggung jawab aksi Dr. N.K. Endah Triwijati menyebut kampanye ini untuk menyuarakan anti-kekerasan pada masyarakat umum, baik kekerasan terhadap perempuan, anak, lansia, difabel, dan kelompok marginal.
“Kami juga mengajak alumni Ubaya, Satgas Pencegahan dan Penanganan Perundungan Kekerasan Seksual (PPPKS) Ubaya yang dikenal sebagai We Care, serta Kelompok Studi Gender dan Kesehatan Ubaya,” jelas Tiwi, ditulis Senin (4/12/2023).
Selain itu, ada pula LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan perwakilan mahasiswa dan dosen dari kampus lain. Yakni, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag), Universitas Negeri Surabaya, dan UPN Veteran Jawa Timur.
BACA JUGA: Gelar Sidang Terbuka, Ubaya Luluskan 5 Doktor Psikologi
Lebih lanjut, aksi ini juga menuntut pemerintah untuk ambil bagian dalam mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender (KBG). Selain itu, meminta pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan bagi korban KBG, mengawasi dan mengevaluasi kinerja penyedia layanan pemerintah, serta memastikan korban mendapatkan haknya untuk pulih.
“Masyarakat Surabaya sudah bergerak, ditunggu #gerakbersama dari pemerintah, legislatif, dan aparat penegak hukum Kota Surabaya,” pungkas Tiwi.
Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Untag Surabaya Wiwik Afifah menyebut melalui acara ini, anak muda dilibatkan dalam membangun kesadaran untuk tidak melakukan kekerasan serta meningkatkan kepedulian, dan mengajak korban untuk berani speak up. “Publik perlu tahu bahwa kekerasan tidak boleh ditoleransi,” tandasnya. [ipl/suf]






