Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 40 mahasiswa dari Universitas Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia bersama Unesa melaksanakan program International Community Service. Kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat kolaborasi antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia.
Bertajuk ‘Penguatan Moderasi Beragama Siswa dalam Bingkai Kebinekaan’, para mahasiswa tersebut melakukan pengabdian di Pondok Pesantren Nur Alannur dan SMA Negeri 8 Surabaya.
Wakil Kepala SMA Negeri 8 Surabaya, Ali Usman menyebut kegiatan ini menjadi langkah positif kolaborasi kebudayaan antar-bangsa. Menurutnya, pada International Community Service, mereka mendapatkan hal baru seputar sinergi dan kolaborasi budaya Indonesia dan Malaysia.
BACA JUGA:
Calon Mahasiswa Asal Surabaya Kuliah di Malaysia Meningkat 15 %
“Poin positifnya lebih bisa menghargai, melaksanakan toleransi, dan tidak menganggap Malaysia sebagai musuh tapi saudara satu rumpun. Harapan besar kegiatan yang seperti ini dapat tetap berlangsung ke depannya,” ujar Ali, Kamis (23/2/2023).
Sementara Dimas Almahdi, mahasiswa Unesa menjelaskan, moderasi beragama memiliki makna bersikap seimbang pada prinsip beragama dan kehidupan bermasyarakat yang dinamis.
Menurutnya, tiap individu harus menerapkan moderasi beragama agar bisa memiliki rasa toleransi satu sama lain, dan mampu menangkal pengaruh radikalisme-ekstremisme. “Intinya kita harus menanamkan sifat toleransi satu sama lain,” kata Dimas.
BACA JUGA:
Dua Mahasiswa Asal Malaysia Bangga Lulus FKH Unair
Sedangkan Nurin Anis, mahasiswa UniSZA menilai bahwa ekstrimis membawa kerugian. Sebab, setiap agama telah mengajarkan moderasi dan membebaskan setiap orang untuk memilih kepercayaan mereka.
“Sekarang eranya sinergi dan membangun rasa persaudaraan yang kuat. Itu yang bisa kita sharing dengan para siswa lewat kegiatan ini,” tandasnya. [ipl/suf]






