Lamongan (beritajatim.com) – Sejumlah inovasi lahir dari tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Membangun Desa (KKN UMD) Universitas Negeri Jember (Unej) 2024/2025, yang diterjunkan di sejumlah desa di Kabupaten Lamongan.
Selama KKN yang dimulai sejak tanggal 15 Juli lalu, mahasiswa Unej menghadirkan solusi praktis untuk sektor peternakan, pertanian, dan pengolahan pakan organik, dengan memadukan potensi lokal dan teknologi sederhana.
Salah satu terobosan datang dari Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, berupa pelet pakan ternak yang dibuat dari limbah gulma azoleaf.
Inovasi ini tak hanya menyediakan pakan murah, tapi juga membantu membersihkan perairan desa dari gulma yang mengganggu. Produk ini dinilai berpeluang meningkatkan pendapatan peternak sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Masih dari desa yang sama, lahir program Pupuk Mandiri Desa (Purisa). Melalui Purisa, limbah kotoran sapi, ayam, dan kambing, diolah menjadi pupuk kompos. Cara ini mengubah limbah tak terpakai menjadi pupuk organik yang murah, ramah lingkungan, dan menekan biaya produksi petani.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, yang melihat langsung hasil karya mahasiswa di Guest House Lamongan, menilai bahwa inovasi dari mahasiswa Unej, bisa mendukung komitmen Kabupaten Lamongan dalam mewujudkan ketahanan pangan.
“Produk yang dihasilkan mahasiswa KKN sangat luar biasa karena aplikatif dan sesuai dengan potensi desa masing-masing. Sehingga mendukung kemajuan desa,” tuturnya, Rabu (13/8/2025).
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menambahkan, produk yang dihasilkan mahasiswa Unej, selaras dengan gerakan membangun ekonomi rakyat Lamongan (Gemerlap), salah satu program Pemerintah Kabupaten Lamongan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi ekonomi desa dengan memberikan nilai tambah pada produk lokal.
“Program ini berfokus pada berbagai sektor, termasuk perikanan, pertanian, dan industri kreatif, serta melibatkan masyarakat desa dalam kegiatan budidaya, pelatihan, dan pemasaran produk,” tuturnya.
Pak Yes meminta agar produk KKN UMD Unej bisa menjadi role model yang bisa diterapkan di desa lain, dan terus berlangsung secara berkelanjutan.
“Dengan pendekatan berbasis potensi lokal, inovasi mahasiswa Unej ini menjadi contoh bagaimana teknologi tepat guna dapat memperkuat ekonomi desa, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ucapnya. (fak/kun)






