Surabaya (beritajatim.com) – Tim riset mobil hemat energi berbahan bakar hidrogen buatan mahasiswa ITS Surabaya kembali membuat prototipe terbaru. Inovasi mobil buatan Tim Antasena ITS ini siap di lagakan di lintasan Sirkuit Mandalika, Lombok dalam ajang Shell Eco-Marathon (SEM) Asia-Pacific and the Middle East 2024 mendatang.
Terobosan dari mahasiswa ITS Surabaya ini sangat relevan dengan kondisi sekarang karena menggunakan bahan bakar hidrogen [. Terobosan bahan bakar hidrogen tersebut terus dikembangkan lebih lanjut oleh mahasiswa ITS untuk menjadi bahan bakar alternatif pada masa mendatang.
Salah satu Mahasiswa ITS dari Tim Antasena, Raihan Nafi Prasetyo menjelaskan bahwa mobil terbaru ini merupakan hasil inovasi dan optimalisasi dari mobil-mobil Antasena generasi sebelumnya. Inovasi tersebut di antaranya pada bagian bodi, sistem kemudi (steering), dan transmisi dog clutch. Bodi yang dipakai menggunakan tipe monocoque. Jenis struktur tersebut memungkinkan bodi dan rangka kendaraan digabung menjadi satu kesatuan struktur yang rigid.
Berkat terobosan baru pada bodi dan rangka kendaraan tersebut, prototipe generasi terbaru Antasena ini berhasil mereduksi beban sebesar 30 persen dibandingkan mobil generasi sebelumnya. Meskipun beban mobil tereduksi, Antasena Falcon tetap dapat menampung berat pengemudi hingga 70 kilogram. Tak hanya mereduksi beban mobil, generasi terbaru ini juga memiliki dimensi atau ukuran yang jauh lebih kecil.
Prototipe mobil yang berbentuk futuristik tersebut memiliki panjang 2,67 meter dan tinggi 0,63 meter. Dengan ukuran tersebut, Antasena Falcon dapat melaju hingga 35 kilometer per jam. Selain itu, untuk meningkatkan efisiensi mesin, prototipe ini menggunakan fuel cell 375 watt. Sementara sistem pengereman menggunakan monoblock steering spindle dengan bahan carbon fiber.
Sementara bahan yang digunakan pada bodi mobil menggunakan material Carbon Fiber Reinforced Plastic (CFRP) yang dapat meningkatkan performa mobil dan efisiensi bahan bakar. Penggunaan material tersebut dipilih untuk dapat memenuhi target angka efisiensi bahan bakar hidrogen yakni sebesar 700 kilometer per meter kubik. [way/but]






