Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas inovasi baru dengan memanfaatkan tanaman bambu sebagai bahan bakar pengganti batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Mahasiswa tersebut antara lain Muhammad Dzaky Kamal, Edwin Juanda Sirait, dan Mochammad Naufal Hakim yang tergabung dalam tim Gryffindor.
Gagasan inovasi tersebut dituangkan dalam esai berjudul ‘Potensi Tanaman Bambu sebagai Bahan Bakar Co-Firing dengan Teknologi Torefaksi menuju Indonesia Net Zero Emission 2060’. Limbah bambu yang banyak ditemukan di masyarakat diubah oleh ketiganya menjadi bahan bakar biomassa untuk PLTU.
Ketua Tim Gryffindor ITS Muhammad Dzaky Kamal mengungkapkan, diangkatnya inovasi tersebut berawal dari temuan timnya, bahwa bambu memiliki nilai kalor yang hampir sama dengan batu bara. Mereka pun memulai riset terkait penggunaan tanaman bambu sebagai bahan bakar Co-Firing pada PLTU.
Co-Firing sendiri, jelas Dzaky, merupakan suatu proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial atau bahan campuran batu bara untuk PLTU. Melalui penambahan biomassa tersebut diharapkan dapat menjadi solusi akan adanya pemanfaatan energi baru terbarukan.
“Selanjutnya, kami mencoba untuk inovasikan biomassa lain yang berasal dari sampah atau limbah,” ungkap Dzaky, Rabu (21/12/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”its”]
Melalui metode torefaksi, lanjut dia, tim besutan Power System Simulation Laboratory (PSSL) Departemen Teknik Elektro ITS tersebut berhasil menaikkan nilai kalor bambu sebesar 30 persen. Torefaksi merupakan pembakaran biomassa di suhu 200 derajat celcius pada keadaan kedap oksigen.
Pada tahap torefaksi ini, bambu akan dipanaskan hingga 200 derajat Celsius tersebut kemudian didinginkan. “Dari tahap torefaksi ini, kami dapatkan nilai kalor bambu sebesar 5.300, lebih tinggi dari nilai kalor batu bara yang hanya 5.100,” tambah Dzaky.
Untuk diketahui, melalui inovasi tersebut, tim Gryffindor ITS telah berhasil meraih Juara III pada Essay and Poster Competition CREATION 2022 yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Kimia Universitas Diponegoro beberapa waktu lalu. [ipl/but]






