Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM), Qurrota A’yun dinobatkan sebagai juara satu lomba esai tingkat nasional. Esai karya Qurrota A’yun membahas tentang isu kesejahteraan pendidikan anak.
Qurrota A’yun, menjadi juara pertama pada perlombaan esai tingkat nasional yang diadakan oleh Perpustakaan Universitas Siliwangi, Tasikmalaya pada 23 April 2024 lalu. Ia merupakan mahasiswa yang punya minat di bidang kepenulisan.
Nuya, sapaannya, membuat karya esai dengan mengangkat isu Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang masih belum memiliki fasilitas perpustakaan. “Saya fokusnya di daerah Blitar. Karena sepengetahuan saya, di LPKA sana masih belum terdapat fasilitas perpustakaan yang mumpuni,” ungkapnya, Rabu (8/5/2024).
Menurut Nuya, pendidikan menjadi hal vital bagi seluruh anak tidak terkecuali untuk anak yang sedang di bina di LPKA. Anak usia dini cenderung memiliki mentalitas yang belum stabil sehingga jika tidak ada fasilitas pendidikan seperti perpustakaan maka dikhawatirkan saat keluar dari LPKA terjadi hal yang tidak diinginkan.
“LPKA itu adalah lembaga pembinaan bagi anak-anak yang sedang menjalani masa pidana. Hal ini juga diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2021 tentang Sistem Peradilan Anak. Tak hanya dibina anak yang menjalani masa pidana di LPKA wajib mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak pada umumnya,” ungkap Nuya.
Di balik itu, keahlian Nuya dalam menulis sudah ia pupuk sejak kecil. Sejak SMP ia aktif membuat cerita pendek dan mengikuti beberapa lomba kepenulisan. Saat SMA, ia juga aktif mengikuti lomba karya tulis ilmiah dan esai.
Meski belum mendapat juara, tetapi keahliannya dalam menulis tak terhenti begitu saja. Bahkan ia sudah menggarap jurnal yang akan segera ia submit.
“Memang, target saya itu lulus dengan jalur terbit jurnal dan tanpa skripsi. Maka dari itu, sejak semester tiga saya sudah mulai menulis jurnal kolaborasi bersama dosen,” katanya.

Salah satu jurnal yang ia tulis mengenai hak masyarakat terhadap partisipasi politik yang saat ini masih di tahap editing. Pun jurnal yang mengangkat isu implementasi blue economy pada peraturan kelautan yang juga masih dalam tahap review.
Tak hanya aktif di bidang akademik, Nuya juga aktif dalam beberapa organisasi seperti organisasi Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) UMM sebagai staf kemendikbud dan UKM Atletik sebagai staf dokumentasi. Terakhir, ia sangat berterima kasih kepada orang tua dan pihak UMM yang telah memberikan dukungan penuh.
Nuya menceritakan, bahwa banyak sekali bantuan yang UMM berikan seperti bantuan akomodasi dan bimbingan dosen. Ke depannya, ia juga ingin tetap aktif untuk mengikuti perlombaan dan menulis jurnal. Karena ia memiliki cita-cita menjadi tim riset analisis dampak lingkungan dan dosen.
“Untuk itu, pesan saya buat anak-anak muda agar aktif pada apa yang kamu sukai. Bisa saja, apa yang kamu sukai menjadi hal yang membawamu ke kesuksesan,” katanya menutup. [dan/but]






