Malang(beritajatim.com) – Ratusan mahasiswa di Malang menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jumat (28/2/2025).
Mereka membawa 11 tuntutan yang diharapkan bisa diteruskan oleh DPRD setempat ke DPR RI di Jakarta.
11 tuntutan mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus adalah;
1. Menuntut dan mendesak pemerintah pusat mengevaluasi program MBG
2. Menuntut pemerintah pusat agar pendidikan menjadi program prioritas nasional
3. Menuntut pemerintah pusat dan pemerintah kota untuk memperhatikan dan menyejahterakan guru honorer
4. Mendorong pemerintah pusat untuk melakukan realokasi anggaran yang transparan, adil dan akuntabel
5. Mendesak pemerintah pusat untuk menormalisasi anggaran transfer ke daerah dan desa
6. Mendesak pemerintah pusat untuk memprioritaskan pembangunan di daerah 3 T
7. Mendesak pemerintah pusat untuk mengevaluasi terhadap pelaksanaan dan model pengawasan Danantara
8. Menuntut dan mendesak pemerintah pusat sengera mengesahkan RUU perampasan aset dan masyarakat adat
9. Menuntut pemerintah pusat untuk melakukan investigasi dan mengadili pelaku korupsi pada BUMN secara menyeluruh
10. Mendesak pemerintah dan menuntut pemerintah Kota Malang untuk memperhatikan dan menyelesaikan tempat yang layak untuk PKL
11. Melindungi dan memberi stimulus terhadap pelaku UMKM di Kota Malang
“Ini (tuntutan) kalian akan kami tandatangi lengkap oleh semua fraksi. Ada banyak tuntutan yang harus ke pusat, suara kalian suara kami juga, akan kami teruskan,” ujar Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arif Nurakhmadi, Kamis (28/2/2025).
Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Muhammad Husni menegaskan bahwa para demonstran akan memegang janji DPRD Kota Malang untuk meneruskan tuntutan mereka ke DPR RI. Jika tidak mereka akan kembali dengan membawa massa yang lebih banyak.
“Kita pegang janji mereka (DPRD Kota Malang). Tenang, kita sudah sampaikan tuntutan kita, dan kita akan kembali lagi lebih besar. Kita kawal hari ini, besok, lusa dan sampai kita menang,” ujar Husni. (luc/ted)






