Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC kembali memperkenalkan X-Ten sebagai Official Apparel Partner menghadapi kompetisi musim 2025-2026, sekaligus menggantikan apparel sebelumnya, DRX Wear.
Sebelumnya tim berjuluk Laskar Sape Kerrab, menggunakan apparel DRX Wear pada kompetisi musim 22024-2025. Namun kali kembali menggunakan apparel X-Ten yang sempat dipakai pada kompetisi musim 2022-2023 silam.
“Official sponsor Apparel Madura United FC,” dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) resmi Madura United FC, yang menampilkan logo klub bersama logo apparel X-Ten, Senin (30/6/2025).
Tidak hanya itu, jersey latihan tim kebanggaan suporter Madura Bersatu, yang mulai berlatih di Madura United Training Ground (MUTG) Pamekasan, juga mulai mengenakan jersey latihan produk apparel asal Bogor.
“New jersey training (kostum latihan baru) Madura United 2025-2026,” bunyi unggahan dari salah satu medsos xtenindonesia yang memajang sejumlah pemain Madura United dengan mengenakan jersey latihan produk X-Ten.
Namun hingga saat ini, belum ada rilis resmi tampilan jersey baru yang akan dikenakan pemain dalam skuat yang bermarkas di Pulau Garam, Madura. Disinyalir hal tersebut bakal diumumkan dalam waktu dekat.
Untuk diketahui, saat ini terdapat sebanyak 30 pemain yang dipastikan sebagai bagian dari Madura United musim depan. Masing-masing Aditya Harlan, Ahmad Nufiandani, Ahmad Rusadi, Aji Kusuma, Arsan Makarin Al Haq, Fauzan Hanif, Feby Ramzi Wirawan, Ferian Rizki Maulana, Ilhamsyah, Kartika Vedhayanto, M Riski Afrizal, Mike Aldo Maulidino, dan Miswar Saputra.
Selain itu juga terdapat nama Mochammad Diky Indrayana, Mohammad Kemaluddin, Muhammad Taufany Muslihuddin, Nurdiansyah, Paulo Oktavianus Sitanggang, Rendy Razzaqu Mochtar, Satrio Azhar Aisy Santoso, Taufik Hidayat, dan Yuda Editya Pratama.
Tujuh pemain lainnya merupakan legiun asing, yakni Iran Junior (Brasil), Jordy Wehrmann (Belanda), Luis Marcelo Morais dos Reis (Brasil), Joâo Pereira Albertine (Guinea-Bissau), Kerim Palić (Bosnia and Herzegovina), Pedro Monteiro (Portugal), serta Roger Bonet Badia (Spanyol). [pin/aje]






