Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC mengakui kekalahan 1-2 dari Borneo FC pada laga pekan ke-14 Liga 1, di Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan, Minggu (1/10/2023).
Pada laga tersebut, Laskar Sape Kerrab sempat tertinggal gol melalui aksi Terens Puhiri pada menit 29′, selanjutnya disamakan gol oleh Salim Akbar Tuharea pada menit 40′, dan akhirnya gol Stefano Lilipaly pada menit 85′.
Hasil tersebut sekaligus membuat tim tuan rumah gagal mengamankan poin, sekaligus membuat tim tamu sukses mengkudeta mereka di puncak klasemen sementara Liga 1.
“Pada babak pertama, kita bermain bagus dan menciptakan beberapa peluang dan kesempatan. Namun selalu gagal dikonversi gol,” kata Pelatih Madura United FC, Mauricio Souza.
Baca Juga: Madura United Gagal Amankan Poin dari Borneo FC
Memasuki babak kedua, timnya justru kehilangan tempo permainan, sehingga membuat tim tamu tampil dominan dan kembali sukses mencetak gol dan membuat timnya kalah.
“Babak kedua kita justru turun tempo dan membuat Borneo tampil lebih dominan, bahkan kita juga kalah dalam penguasaan bola,” ungkap juru taktik berkebangsaan Brasil.
Sementara Kapten Madura United FC, Fachruddin Aryanto mengaku sangat kecewa atas kekalahan tersebut. “Tentu kami sangat kecewa dengan kekalahan ini, apalagi kita tampil di kandang,” sesalnya.
“Tapi ini kompetisi dan pertandingan relatif panjang, sehingga kita harus terus jalan kedepan, serta kembali fokus untuk lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya.
Akibat kekalahan tersebut, Madura United melorot ke posisi runner up klasemen sementara dengan raihan 27 poin. Posisi mereka digeser Borneo FC di puncak klasemen dengan raihan sebanyak 28 poin. [pin/ted]






