Surabaya (beritajatim.com) – Ada yang berbeda di penutupan PKKMB Unesa 2025. Ribuan mahasiswa baru (maba) menikmati kuliner nusantara yang dijual mahasiswa angkatan 2024 dengan balutan pakaian adat.
Sebanyak 36 kelompok mahasiswa dari Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) ikut membuka stand. Mereka menyajikan beragam produk, mulai Tahu Sippi, Donat Djanda, hingga Teh Telang.
Koordinator Divisi Acara PKKMB, Heldha Kusuma Wardhani, menyebut konsep ini melatih jiwa wirausaha mahasiswa sejak dini. “Kami ingin mahasiswa berani berjualan dan percaya diri dengan karyanya. Dengan jumlah peserta lebih dari 2.200 orang, ini ajang yang tepat,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Heldha menegaskan, kostum adat menjadi simbol keberagaman sekaligus penguat tema nusantara. “Mahasiswa harus pakai baju adat, karena produk itu karya mereka sendiri. Kuliner ini bisa dinikmati maba, dosen, dan tendik dari Sabang sampai Merauke,” tambahnya.

Selain kuliner, maba juga mengenal 16 program studi (Prodi) dan 17 unit kegiatan mahasiswa (UKM). Mereka mengikuti sesi bersama dosen di kelas, lalu bergerak ke lapangan untuk menyaksikan langsung UKM seperti broadcasting, debat, musik, hingga teater.
Suasana semakin meriah ketika UKM musik tampil menutup acara. Ribuan maba bersama dosen dan tenaga kependidikan bernyanyi sambil melambaikan tangan, menciptakan kebersamaan di akhir PKKMB.
PKKMB Kampus 5 Unesa sendiri berlangsung sejak Selasa (19/8/2025). Sejumlah tokoh hadir, di antaranya Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf, Anggota Dewan Pendidikan Jatim Suko Widodo, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai, Bupati Madiun, serta Komando Resor Militer Madiun Mayor Eko Sudarto. [ipl]






