Kediri (beritajatim.com) – Komunitas olahraga elektronik Kota Kediri kini memiliki pemimpin baru. M Izardi Nirwan resmi terpilih sebagai Ketua E-Sport Indonesia (ESI) Kota Kediri untuk masa bakti 2024–2028. Ia terpilih dalam forum Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) yang digelar di kantor DPD KNPI Kota Kediri.
Izardi menggantikan ketua sebelumnya, Ahmad Zam Zam Guntur. Dalam kepemimpinannya, ia berkomitmen memperkuat pembinaan atlet sejak dini. Menurutnya, masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam tubuh internal ESI Kota Kediri.
“Kemarin di Porprov Jatim kita hanya menerjunkan cuman 1 game. Sebenarnya banyak sekali atlet kita yang berprestasi tetapi diminta oleh KONI Kota Kediri hanya 1. Kita tahu sendiri finansial disana (KONI) sedang ada perbaikan,” ujarnya.
Pemuda yang juga dikenal sebagai seorang pengusaha itu menyampaikan tekad besarnya untuk mendorong atlet-atlet ESI Kota Kediri tampil di tingkat provinsi hingga nasional.
“Target kita ke depannya adik adik dari E Sport Kota Kediri harus bisa tembus ikut ambil bagian di Pekan Olahraga Nasional tahun berikutnya nanti,” harapnya.
Ia menjelaskan saat ini ESI Kota Kediri membina sekitar 20 atlet dengan fokus pada empat cabang game. Ke depan, pihaknya tengah menyusun strategi khusus untuk persiapan menghadapi berbagai event penting pada tahun 2026.
“Itu yang lagi kita fokuskan kita tata bener benar untuk event event di tahun 2026. Nantinya pasti kita jalin kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri dengan KONI jangan sampai atlet atlet yang berprestasi tidak bisa diikutkan seperti ajang Porprov 2025 kemarin,” katanya.
Izardi menyebutkan bahwa sejumlah atlet e-sport asal Kediri justru meraih medali emas di Porprov, tetapi mereka akhirnya pindah ke daerah lain karena lemahnya koordinasi.
” Saya banyak jalin komunikasi dengan komunitas E Sport di Kota Kediri diketahui ada dari atlet STAIN yang juara nasional juga dari MAN Kota Kediri juga juara Nasional. Ajang Porprov juga dari Kota Kediri tapi karena komunikasinya kurang bagus dengan sini akhirnya mereka pindah daerah lain. Kita tahu sendiri jelang Porprov atau event apa pun atlet bisa diboyong kemana mana. Makanya kita perlu mengunci atlet atlet asal Kota Kediri agar tidak pindah ke daratan lain,” pungkasnya. [nm/aje]






