Bojonegoro (beritajatim.com) – Seorang balita meninggal akibat tenggelam di kubangan pembuangan air comberan. Bocah berusia 2 tahun itu diduga luput dari pengawasan orangtuanya saat bermain di rumah di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (4/9/2024) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kapolsek Kalitidu Polres Bojonegoro AKP Saefudinuri mengatakan, balita berinisial AA yang meninggal akibat tenggelam di kubangan pembuangan air comberan itu sebelumnya sedang bermain di dalam rumah dan ditunggui ayahnya.
“Kemudian ayahnya berpesan kepada istrinya untuk menjaga korban, karena hendak mandi,” ujar AKP Saefudinuri, Kamis (5/9/2024).
Selanjutnya, korban dibiarkan bermain di dalam rumah karena ibunya masih sibuk membuat kue. Setelah mandi, ayah korban tidak mengetahui anaknya di rumah. Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan posisi terapung di galian untuk pembuangan air (comberan) yang terletak di depan rumah.
“Kemudian dilakukan pertolongan pertama dan selanjutnya korban di bawa ke rumah sakit Muhammadiyah Kalitidu. Namun sesampai di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” kata Kapolsek.
Kapolsek menjelaskan bahwa setelah mendapat laporan, pihaknya bersama tenaga kesehatan segera mendatangi rumah korban atau tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengidentifikasi korban.
Berdasarkan hasil identifikasi, diketahui ciri-ciri korban jenis kelamin laki-laki, panjang mayat 93 sentimeter, badan ideal, kulit sawo matang, rambut pendek hitam. Korban mengenakan kaus pendek warna hijau, dan celana pendek warna hijau, serta memakai pampers warna putih.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan luka atau tanda-tana kekerasan pada tubuh korban. Kesimpulan medis korban meninggal dunia karena tenggelam,” kata Kapolsek.
Atas terjadinya peristiwa tersebut, keluarga korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan autopsi. “Jenazah korban selanjutnya kami serahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan,” pungkasnya. [lus/beq]






