Surabaya (beritajatim.com) – Achmad Romadhoni, pria Lulusan SMP (Sekolah Menengah Pertama) membobol atau meretas wibsite milik pemerintah antara lain Kabupaten (Pemkab) Malang, Bawaslu Bukit Tinggi dan Pemprov Papua Barat, serta ratusan website milik pribadi.
“Ada beberapa website yang diretas antara lain milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) milik Pemerintah tersebut,” ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadireskrimsus) AKBD Arman, Senin (5/6/2023).
Arman menambahkan, keahlian Tersangka dalam meretas wibsite milik pemerintah ini dia dapat dari belajar otodidak yakni melalui aplikasi YouTube.
“Pendidikan formal SMP, dia tidak belajar secara khusus namun belajar secara otodidak dari YouTube,” ujarnya.
Perlu diketahui, Minggu lalu Polda Jatim juga menangkap dua pelaku yang membobol website Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Institut teknologi 10 November Surabaya (ITS) salah satunya bekerja sebagai admin admin website perjudian di Kamboja.
Dia adalah Muhammad Acil alias Mister Cakil (23) asal Legok Tangerang Banten. Mister Cakil mendapatkan upah dari pekerjaannya tersebut sebesar Rp 10 juta per bulan. Sementara Agus Triyadi mendapat keuntungan sebesar Rp 200 ribu dari menjual website yang sudah tertanam sistemnya.
BACA JUGA:
Amankan dari Ancaman Hacker, Wali Kota Kediri Launching Tim CSIRT
Respon Hacker Bjorka, Ribuan Maba UM Surabaya Gelar Aksi Typography Art
“Per sub domain yang berhasil diretas, AT mendapat bayaran sebesar Rp 200 ribu. Sedangkan, Mister Cakil sebagai admin website judi di Kamboja ini mendapat gaji Rp 10 juta per bulan,” ujar Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Arman, Rabu (31/5/2023) lalu.
Arman mengatakan, Agus Tiyadi ditangkap pada 28 Maret 2023 di kediamannya. Sedangkan, Mister Cakil ditangkap pada 7 Mei 2023 di kediamannya sepulang dari Kamboja. Setelah ditangkap, tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolda Jatim untuk diproses lebih lanjut. [uci/but]






