Surabaya (beritajatim.com) – Menghafalkan doa-doa harian menjadi salah satu syarat agar lulus pendidikan profesi dokter di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Memang agak berbeda, namun itulah yang dirasakan mahasiswa kedokteran Unusa, termasuk Diaz Syafie Abdillah.
Dirinya mengungkapkan, menghafal doa harian menjadi salah satu tuntutan bagi lulusan dokter di Unusa. Kata dia, selain belajar kedokteran, mahasiswa Unusa juga dituntun untuk menghafal doa harian hingga surat pendek.
“Meskipun agak berat, namun jika sudah terbiasa hal itu menjadi ringan. Itulah tantangan yang spesial bagi saya,” ujar Diaz ditulis Minggu (29/1/2023).
Diaz sendiri merupakan satu dari 16 dokter baru jebolan Unusa yang dilantik dan diambil sumpahnya pada Kamis (26/1/2023) lalu. Ia mengungkapkan, banyak kenangan selama mengenyam pendidikan dokter di Unusa, misalnya dimarahi oleh dosen.
[berita-terkait number=”2″ tag=”unusa”]
Bagi Diaz, dimarahi dosen menjadi ingatan yang akan selalu terkenang. Ia mengaku pernah ditegur oleh dosen di hadapan pasien. Hal itulah yang membuatnya merasa malu. “Ini selalu saya ingat. Tapi sejak itu saya bertekad untuk mengubah pola pikir dan belajar, agar menjadi lebih baik. Alhamdulillah, dari pengalaman dimarahi diawal pendidikan profesi tersebut, telah berbuah manis pada hari ini,” tuturnya.
Baca Juga: Unusa Surabaya Kukuhkan 16 Dokter Baru
Ia mengungkapkan, bahwa menjadi seorang dokter adalah impian sejak kecil. Dirinya ingin bermanfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya bagi keluarga. “Mungkin agak klise, tapi alasan itulah yang membuat saya bisa sampai pada titik ini,” kata dokter jebolan Unusa Surabaya ini. [ipl/suf]






