Surabaya (beritajatim.com) – Ia tak skillfull sepereti Messi yang mampu meliuk-liuk membawa bola melewati dua-tiga pemain. Atau seperti Ronaldo yang sering mencetak gol-gol indah dan memiliki fisik yang selalu prima. Namun, Luca Modric adalah sosok tak tergantikan di lini tengah Real Madarid dan Kroasia.
Kemampuannya menjaga tempo permainan dan visi yang baik ketika melakukan penyerangan adalah modal utama pemain yang kini berusia 36 tahun ini, masih tetap menjadi pilihan utama. Modric memang pemain yang spesial. Memiliki kualitas umpan akurat di tambah visi permainan kelas satu, membuat Modric sering menjadi pembuka kebuntuan Madrid. Ia salah satu pemain yang menolak tua.
Modric resmi didatangkan Real Madrid dari Tottenham pada tahun 2012 dengan mahar sebesar 30 juta poundsterling. Di Tottenham, Modric jadi pemain kunci guna untuk mengisi lini tengah Spurs. Modric pun berhasil mengantarkan Tottenham untuk bermain di Liga Champions, atas alasan itu Madrid memboyong ke Santiago Bernabeu.
Namun, di awal kedatangan Modric ia sempat tampil di luar ekspektasi. Reputasi apiknya di klub lama justru tidak menjamin Modric akan sukses di Madrid. Musim pertama Modric di Santiago Bernabeu pun dipenuhi banyak rintangan tantangan. Dia hanya tampil 19 laga dengan rata-rata menit bermain 38 menit.
Atas catatan itu Modric mendapatkan gelar pembelian terburuk pada tahun 2012. Hasil itu didapatkan dari vote yang dilakukan oleh salah satu media Spanyol, Marca, Modric menjadi pemain teratas dalam hal pembelian terburuk.
Namun, usai mendapatkan gelar itu, Modric tidak tinggal diam. Ia pun mulai bangkit dan membuktikan dirinya memang pantas direkrut Real Madrid. Bersama Toni Kroos dan Casemiro, Luka Modric membentuk trio lini tengah terkuat Real Madrid.
Terbukti hattrick Liga Champions dan gelar Liga Spanyol berhasil dipersembahkan Luka Modric untuk El Real sepanjang karier. Di samping itu, Modric juga dinobatkan sebagai gelandang terbaik La Liga Spanyol saat musim 2013/14 dan 2015/16.
Penampilan terbaik Luka Modric terjadi pada 2018. Tahun tersebut ia berhasil mengantarkan Madrid juara Liga Champions dan mengantarkan Timnas Kroasia melaju hingga babak Final Piala Dunia 2018 meski harus gagal meraih juara.
Berkat pencapaian itu, Modric pun dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia dengan Ballon d’Or 2018. Tahun 2018, pemain berkebangsaan Kroasia itu mampu mengalahkan dua pemain bintang yaitu Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. [dan/tur]






