Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri mencatat peningkatan signifikan dalam cakupan luasan tanam komoditas pertanian pada 2025. Fokus utama diarahkan pada padi, jagung, dan tebu guna mendukung swasembada pangan nasional.
Luas tanam padi di Kediri pada 2024 tercatat 49.150 hektare. Jumlah ini meningkat menjadi 51.043 hektare di tahun 2025. Untuk komoditas jagung, dari 56.056 hektare pada 2024 naik menjadi 56.500 hektare di 2025. Sementara tebu, yang menjadi bagian penting swasembada gula, meningkat dari 20.454 hektare menjadi 20.594 hektare.
“Untuk menambah indeks pertanaman ini dilakukan melalui bantuan sumur, dan ini sangat luar biasa karena bisa mendorong petani semakin produktif,” jelas Sekda Kediri Mohamad Solikin dalam pembukaan Gertek 2025.
Melalui berbagai program, Pemerintah Kabupaten Kediri berupaya mendorong sektor pertanian agar lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan kebutuhan pangan masa depan.
“Kita harus mendorong inovasi dan teknologi agar pertanian kita menjadi lebih modern dan tentunya berkelanjutan,” tandasnya.
Diketahui, sebanyak 2.400 petani dari berbagai wilayah akan hadir dalam acara Gelar Inovasi dan Teknologi (Gertek) 2025 yang dipusatkan di Desa Blawe, Kecamatan Purwoasri.
Acara ini berlangsung pada 29-31 Juli 2025 dan melibatkan 41 perusahaan bidang pembenihan, pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian (alsintan). [nm/aje]






