Surabaya (beritajatim.com) – Lotus Art Courses turut memeriahkan event Fête de la Musique 2024 di Surabaya, dengan menggelar lomba melukis tingkat anak-anak.
Acara yang berlangsung pada Sabtu (15/6/2024) sore di Komplek AJBS Surabaya, ini sendiri merupakan sebuah pagelaran kebudayaan yang diselenggarakan rutin setiap tahunnya oleh Institut Français Indonesia (IFI) Surabaya.
Sebagai bentuk partisipasinya, Lotus Art Course pun menggelar lomba melukis tersebut dengan mengusung tema yang cukup menarik, yakni Menyambut Olimpiade Paris 2024 atau “Accuellir les JO de Paris 2024”.
“Selain memeriahkan acara Fête de la Musique 2024, lomba melukis ini juga sebagai wadah bagi para peserta untuk mengekspresikan kreativitas. Sekaligus juga menghubungkan seni pada tema olimpiade yang diusung,” ujar I Putu Mahendra, selaku Owner dari Lotus Art Course.
Hendra, sapaan I Putu Mahendra, juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan melukis berlangsung, peserta menggunakan media lukis berbentuk lingkaran yang mengadopsi dari bentuk cincin pada logo olimpiade.
Adapun dari sekian banyak peserta yang berpartisipasi, terdapat lima peserta yang lukisannya terpilih sebagai karya terbaik.
“Pemilihan karya terbaik dalam lomba ini, ditentukan berdasarkan pada kesesuaian tema, pemilihan warna, dan originalitas,” imbuhnya.
Berikut ini 5 Karya terbaik lomba melukis bertema Accuellir les JO de Paris 2024, di antaranya;
1. Anggita Rastriary
2. Tiara Larasati
3. Areta Riezki
4. Khansa Kanaka
5. Amberley Athena
Menurut Hendra, melalui kegiatan seperti ini, para peserta tidak hanya dapat menunjukkan kemampuan teknis mereka, tetapi juga menganalisa kemampuan menangkap esensi dari tema yang diusung. Selain itu, anak-anak dapat belajar untuk berkompetisi secara sehat, mengembangkan imajinasi, serta meningkatkan rasa percaya dirinya.
Selain lomba melukis, Fête de la Musique 2024 di Surabaya juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan musik dan tari dari komunitas lokal dan internasional. Acara ini menjadi ajang pertukaran budaya yang memperkaya wawasan serta mempererat hubungan antara Indonesia dan Prancis.
Dengan berbagai kegiatan yang ditawarkan, Fête de la Musique tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat Surabaya, khususnya dalam mengenal dan mencintai seni serta budaya dari berbagai belahan dunia.
Hendra maupun pihak dari IFI Surabaya berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang di masa depan. Mereka berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan seni dan budaya di Indonesia serta menjalin kerja sama yang lebih erat dengan berbagai institusi untuk menciptakan acara-acara yang bermanfaat dan inspiratif bagi masyarakat. (fyi/ian)






