Sampang (beritajatim.com) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang menghadapi tantangan serius akibat lonjakan jumlah pemohon KTP elektronik (e-KTP) yang terus meningkat setiap harinya. Kondisi ini membuat stok blangko kerap habis sebelum waktu yang diperkirakan.
Kepala Dispendukcapil Sampang, Nor Alam, mengungkapkan jumlah pemohon di kantornya bisa mencapai 400 hingga 700 orang setiap hari. Dengan tingginya angka tersebut, persediaan blangko yang dikirim dari pemerintah pusat menjadi cepat menipis.
“4.000 blangko, biasanya tidak sampai satu minggu sudah habis,” terangnya, Kamis (3/7/2025).
Nor Alam menjelaskan, untuk mengantisipasi kekosongan, pihaknya langsung mengajukan permintaan tambahan ke pemerintah pusat ketika stok mulai menipis. Langkah ini penting agar distribusi tetap berjalan lancar mengingat proses pengiriman blangko membutuhkan waktu.
“Pengajuan blangko ke pusat tidak langsung datang butuh waktu sekitar satu minggu,” imbuhnya.
Sebagai bentuk pelayanan informasi sekaligus transparansi kepada masyarakat, Dispendukcapil Sampang kini rutin memperbarui data ketersediaan stok blangko melalui situs web resminya. Dengan demikian, warga dapat memantau langsung status ketersediaan blangko tanpa harus datang ke kantor.
“Kami harap warga selalu update informasi stok blangko setiap hari di website resmi Dispendukcapil,” pungkasnya. [sar/beq]






